MNC Kapital Incar Pendapatan Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mengincar pendapatan sampai akhir tahun mencapai kisaran Rp1,3 triliun hingga Rp1,5 triliun,”Target pendapatan sekitar Rp1,3 triliun hingga Rp1,5 triliun, itu kalau sudah konsolidasi dengan MNC Bank. Akan tetapi, kalau belum dimasukan ke konsolidasi kami optimis masih bisa mencapai Rp1 triliun,” kata Direktur Utama MNC Kapital Dharma Putra di Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, sampai dengan akhir Maret pendapatan perseroan mencapai Rp236,7 miliar atau naik dari Rp160,8 miliar. Sementara itu laba bersih berhasil diraih perseroan mencapai Rp15,6 miliar. ”Laba bersih kami sampai targetnya seperti awal tahun yakni masih di sekitar Rp100 miliar,” papar dia.

Rencananya, perseroan juga akan meningkatkan rencana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) atau rights issue dari rencana sebelumnya Rp1,5 triliun menjadi sebesar Rp2,35 triliun. Menurutnya, peningkatan rencana right issue telah dihitung sesuai dengan kebutuhan berinvestasi dan rencana aksi korporasi perseroan kedepan.

Hanya mengingatkan, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp100 miliar. Angka ini meningkat pesat dibandingkan laba tahun 2013 sebesar Rp6 miliar. Sementara untuk kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 16 miliar.

Dharma Putra pernah bilang, perolehan laba bersih kuartal pertma masih di kontribusi terbesar dari perolehan laba adalah dari anak usaha,”Kontribusi terbesar perolehan laba adalah dari anak usaha yaitu MNC finance," katanya.

Menurutnya, perseroan saat ini sedang giat meningkatkan anak usaha di kuartal pertama, terutama di laba dan pendapatan. "Jika semua bisa berkelanjutan, pemilu aman dan tentunya pasar juga aman, dan semuanya bisa meningkat," jelasnya.

Saat ini, kontribusi dari anak usaha sebesar 33%, diharapkan bisa naik menjadi 34% hingga 40% tahun ini. "MNC Life dan Insurance juga begitu, kami harapkan bisa lebih baik lagi," tandasnya.

Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp3 per lembar saham. Adapun total dividen yang dibagikan adalah Rp4 miliar dari laba bersih 2013 sebesar Rp6 miliar, “Selain pembagian dividen, RUPS juga menyetujui laporan tahunan yang berakhir 31 Desember," kata Dharma Putra.

Agenda lainnya, adalah perubahan susunan direksi dan pergantian direksi. Ada penambahan satu direksi baru yaitu Tien sebagai direktur menggantikan Wandi Wira Riadi. Dengan demikian, maka susunan manajemen BCAP adalah, Komisaris Utama Hary Tanoesoedibjo, Komisaris Hary Djaya, Komisaris Wina Armada Sukardi, Direktur Utama Dharma Putra, Direktur Tien, Direktur Purnandi Harjono dan Direktur Independen Wito Mailoa. (bani)

BERITA TERKAIT

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp 3,93 Triliun

Di kuartal tiga 2018, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih Rp3,93 triliun, naik 49,67% year on year (yoy)…

Oktober, Kontrak Baru WSBP Rp 4,56 Triliun

NERACA Jakarta - Hingga per Oktober 2018, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp…

Unilever Bagikan Dividen Rp 3,12 Triliun

NERACA Jakarta - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2018 kepada para pemegang sahamnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…