IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Kamis, 03/07/2014

NERACA

Jakarta – Diluar perkiraan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore ditutup melesat tajam 23,45 poin atau 0,48% ke posisi 4.908,27. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 6,39 poin (0,78%) ke posisi 831,13. Derasnya aksi beli investor jelang akhir perdagangan, berhasil mengangkat indeks BEI ke zona hijau dan menebus level 4.900 poin.

Kata analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wiajaya, penguatan indeks BEI merupakan respon positif dari data inflasi dan neraca perdagangan yang telah di rilis Badan Pusat Statistik (BPS), “Data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang BPS masih menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik sehingga IHSG kembali menguat,”ujarnya.

Di sisi lain, lanjut dia, bursa saham regional yang juga berada di area positif menambah sentimen positif bagi investor, ditunjang juga oleh dana asing masih terus masuk ke pasar saham domestik. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan.

Pada perdagangan Rabu kemarin, aksi beli yang dilakukan investor asing mencapai Rp274,003 miliar. Secara teknikal, dia menambahkan bahwa "rally" kenaikan lanjutan juga berpotensi terjadi dalam waktu dekat yang menunjukkan bahwa IHSG BEI masih dalam jalur kenaikan.

Tercatat transaksi perdagangan saham di pasar reguler BEI sebanyak 150.715 kali dengan volume mencapai 2,78 miliar lembar saham senilai Rp3,12 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 167 saham, yang melemah 104 saham dan yang tidak bergerak 117 saham.

Setidaknya sembilan sektor yang menguat pada perdagangan kemarin, yakni aneka industri naik 1,20%, konsumer dan manufaktur sama-sama terangkat 0,81%, infrastruktur melonjak 0,68%. Selain itu, tambang positif 0,59%, perdagangan bertambah 0,57%, industri dasar dan properti sama-sama naik 0,38% dan keungan terkerek 0,16%. Sedangkan yang melemah hanya sektor perkebunan, yang turun 1,40%.

Adapun saham yang naik tajam, di antaranya PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) melonjak 10,00% menjadi Rp7.700, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melonjak 4,48% menjadi Rp5.250 dan PT mandom Indoensia Tbk (TCID) terangkat 3,45% menajdi Rp16.500. Sementara saham yang anjlok signifikan, PT Inti Kapuas Arowana Tbk (IIKP) merosot 25,00% menjadi Rp1.680, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menurun 16,67% menjadi Rp5.500 dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) menyusut 11,11% menjadi Rp4.000.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 358,90 poin (1,55%) ke 23.549,62, indeks Nikkei naik 43,77 poin (0,29%) ke 15.369,97 dan Straits Times menguat 21,27 poin (0,66%) ke posisi 3.263,91. Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup melemah 0,03% atau 1,25 poin ke 4.883,57. Pelemehan ini bertolak belakang saat pembukaan perdagangan yang justru dibuka menguat. Pelemahan indeks BEI juga berbeda dengan indeks di Bursa Asia yang sebaliknya ditutup menguat.

Pada perdagangan sesi siang, tercatat transaksi saham sebesar Rp1,68 triliun dari 1,66 miliar lembar saham diperdagangkan. Sebanyak 135 saham menguat, 100 saham melemah, dan 101 saham tidak bergerak. Indeks LQ45 ditutup turun 0,1% atau 0,46 poin ke 824, indeks IDX30 turun 0,1% atau 0,43 poin ke 422,26, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,1 poin atau 0,1% ke 657,21.

Sektor-sektor penggerak IHSG ditutup dua arah, dengan sektor konsumer, manufaktur, macam industri, dan properti naik. Sedangkan sektor yang menurun sektor perkebunan, industri dasar, dan keuangan. Di Asia, indeks Nikkei naik 63,36 poin atau 0,41% ke 15.389 indeks Hang Seng menguat 223,92 poin atau 0,97% ke 23.414,64, dan indeks Straits Times naik 0,45% ke 3.257.

Adapun saham-saham yang berada di jajaran top gainers, antara lain saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.400, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik Rp15 menjadi Rp4.800 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik Rp85 menjadi Rp4.935. Sedangkan saham-saham yang berada dalam jajaran top losers, antara lain sahamPT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp575 menjadi Rp52.525, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp25 menjadi Rp5.475, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp100 menjadi Rp7.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 3,02 poin atau 0,06% menjadi 4.887,85, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,78 poin (0,10%) ke level 825,53,”Sentimen penguatan bursa global dan cukup bagusnya data-data ekonomi Indonesia mendorong IHSG BEI dibuka menguat," kata Analis Samuel Sekuritas Aiza.

Dirinya mengemukakan bahwa dari dalam negeri Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Mei 2014 tercatat surplus sebesar US$ 69,9 juta dan inflasi Juni 2014 sebesar 0,43% atau lebih rendah dari periode sama tahun lalu 1,03%.

Kemudian dari eksternal, lanjut dia, data "purchasing managers index" (PMI) manufaktur Amerika Serikat dan Tiongkok pada bulan Juni menunjukan ekspansi, mengindikasikan bahwa perbaikan ekonomi di negara akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan pasar.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa data ekonomi Indonesia yang cukup positif kembali mendorong arus dana asing masuk ke pasar saham domestic,”Hal ini menggambarkan bahwa kekuatan naik IHSG kembali membesar. Diperkirakan pergerakan indeks BEI di kisaran 4.854-4.911 poin pada Rabu,”ujarnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 196,81 poin (0,85%) ke level 23.387,53, indeks Nikkei naik 72,79 poin (0,47%) ke level 15.398,99 dan Straits Times menguat 15,21 poin (0,47%) ke posisi 3.258,93. (bani)