Lelang Sukuk, Pemerintah Serap Rp1,16 Triliun

NERACA

Jakarta -Pemerintah menyerap dana sebesar Rp1,16 triliun dalam lelang tiga seri Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dari total penawaran yang masuk lebih dari Rp1,96 triliun.Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (1/7), menyebutkan jumlah Rp1,16 triliun terdiri dari seri SPN-S02012015 sebesar Rp875 miliar dan seri PBS005 sebesar Rp285 miliar.

Imbal hasil rata-rata tertimbang untuk SPN-S02012015 sebesar 6,19%. SBSN ini akan jatuh tempo 2 Januari 2015. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp1,56 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,13% dan tertinggi 7%.Imbal hasil rata-rata tertimbang seri PBS005 sebesar 9,22% dan tingkat imbalan 6,75%. SBSN ini akan jatuh tempo 15 April 2043. Penawaran masuk untuk seri ini sebesar Rp371 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 9,13% dan tertinggi 9,5%.

Sementara itu untuk seri PBS006 tidak ada penawaran yang dimenangkan. Penawaran yang masuk untuk seri ini sebesar Rp31 miliar dengan imbal hasil terendah masuk 8,31% dan tertinggi 8,75%.Penjualan Sukuk Negara melalui lelang itu ditujukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2014.Jumlah dimenangkan sebesar Rp1,16 triliun itu lebih rendah dari target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Tekan Kecelakaan Kerja

NERACA Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan memperbaiki regulasi untuk memastikan tingkat kepatuhan perusahaan dalam rangka untuk menekan angka…

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…