PNM-Eximbank Bina UMKM Karet dan Sawit

Rabu, 02/07/2014

NERACA

Pekanbaru - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) bersinergi dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dalam melakukan pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sawit dan karet di Provinsi Riau.

Pemimpin PNM Cabang Pekanbaru, Ramon Agustus mengatakan, sedikitnya 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perkebunan kelapa sawit dan karet di Provinsi Riau, yang merupakan gabungan nasabah binaan PNM dan LPEI, mendapatkan pencerahan dan bimbingan selama 2 hari mengenai serba-serbi pengembangan bisnis perkebunan sawit dan karet.

Dia menilai potensi pasar perkebunan di Provinsi Riau masih sangat besar untuk dikembangkan dan dibiayai, khususnya perkebunan sawit dan karet. Hal ini yang menginisiasi Divisi Jasa Manajemen dan Kemitraan (JMK) PNM untuk menjalin kerja sama dengan LPEI, yang juga fokus pada pembiayaan sektor usaha berorientasi ekspor, untuk melakukan pembinaan dan pendampingan di sektor produktif ini.

"Kegiatan ini sejalan dengan misi PNM dalam memberdayakan UMKM dan koperasi dan juga sejalan dengan tugas yang diemban LPEI dalam memberikan bantuan pembiayaan dalam rangka mendorong ekspor," ujar Ramon di Pekanbaru, Riau, kemarin.

Dalam rangka memberdayakan UMKM dan koperasi, Ramon menjelaskan, PNM menyediakan dukungan permodalan dan modal intelektual. Permodalan diberikan dalam bentuk pembiayaan yang disalurkan melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) maupun lembaga keuangan mikro (LKM) lain seperti koperasi, BMT, dan BPR.

Sementara itu, modal intelektual diberikan diberikan PNM dalam bentuk pembinaan, pelatihan, pendampingan dan pengembangan kapasitas usaha lainnya.

"Melalui kombinasi dua instrumen pengembangan kapasitas usaha tersebut, ditambah pembekalan materi dari LPEI, diharapkan pelaku UMKM yang hadir dapat memahami prosedur ekspor dan memperluas akses kredit ekspor komoditas, sehingga mampu bersaing di era pasar bebas," ujar Ramon.

Sementara Kepala Divisi Jasa Manajemen dan Kemitraan PNM, Joyce Josephine menambahkan, cukup banyak koperasi penyalur pembiayaan bagi pengusaha kelapa sawit dan karet di Provinsi Riau yang telah mendapatkan dukungan modal dari LPEI melalui PNM.

Sejalan dengan semakin besarnya nilai kredit yang telah dikucurkan melalui koperasi perkebunan sawit dan karet, PNM dan LPEI merasa perlu melakukan pembinaan dan pendampingan, serta pengembangan kapasitas anggota koperasi tersebut lebih profesional dalam mengelola bisnisnya.

"Modal usaha LPEI yang disalurkan PNM ke sektor perkebunan sawit dan karet di Provinsi Riau terus meningkat, setidaknya sudah puluhan miliar Rupiah, itu harus diimbangi pemanfaatannya oleh UMKM dengan inovasi dan pengelolaan bisnis yang professional," kata Joyce.

Menurut dia, baik PNM maupun LPEI akan memberikan materi dan motivasi kepada para peserta pelatihan mengenai peluang dan tantangan ekspor komoditi sawit dan karet ke luar negeri.

Selain itu, UMKM binaan PNM dan LPEI juga akan mendapatkan pencerahan mengenai bagaimana mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan dan perbankan. "Forum ini juga bisa menjadi wadah insteraksi antar-pengusaha sawit dan karet sehingga terbangun jaringan kerjasama yang saling menguntungkan," ujar Joyce.

PNM saat ini memiliki 706 jaringan pelayanan, termasuk di antaranya 578 kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), yang tersebar di 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Provinsi Riau, kendali bisnis didelegasikan kepada PNM Cabang Pekanbaru, yang membawahi operasional 16 kantor ULaMM dan 3 kantor klaster wilayah Air Molek, Duri dan Panam.

Khusus untuk pembiayaan ULaMM, outstanding pembiayaan yang disalurkan PNM Cabang Pekanbaru hingga Mei 2014 tercatat sebesar Rp91,9 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 2.586 UMKM. Dari sisi pembiayaan tercatat tumbuh 20,5% secara tahunan, sedangkan jumlah debitur meningkat 22%. [mohar]