Batubara PTBA Resmi Dicatatkan di BBJ

Rabu, 02/07/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun harga batubara di pasar dunia sedang lesu, tidak membuat ciut bagi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk masuk industri Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Bahkan mulai Selasa kemarin, PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) telah mencatatkan batubara PT Bukit Asam (Persero) Tbk pada perdagangan fisik batubara online.

Direktur BBJ, Bihar Sakti mengatakan, masuknya komoditas batubara dalam perdagangan fisik batubara online di JFX akan memberikan alternatif investasi bagi masyarakat luas, “Pada tahap awal lelang (create auction) perdana itu, PTBA menawarkan 75.000 ton produk batubaranya,”ujarnya di Jakarta, Selasa (1/7).

Masing-masing awal lelang PTBA, sebanyak 60.000 ton dengan kalori 7.000 kcal per kg untuk pengapalan bulan September dari Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 15.000 ton dengan kcal per kg. Lelang secara online ini dijadwalkan akan dibuka 21 Agustus 2014 mendatang,”Sedangkan kesempatan untuk menjadi peserta lelang, dibatasi hanya untuk calon pembeli (buyers) yang sudah tercatat di JFX. Saat ini ada 17 perusahaaan (buyers) yang berasal dari Taiwan, Jepang, China, Malaysia dan domestik," ungkapnya.

Dengan kehadiran perdagangan fisik batubara online, diharapkan kontrak perdagangan batubara yang umumnya dibuat dalam periode panjang dapat menjadi lebih akurat. Hal ini disebabkan, kontrak dalam periode yang panjang tersebut, menggunakan referensi harga dengan penyerahan batubara sesuai periode kontrak yang ada."Jadi bukan hanya berdasarkan harga batubara dengan penyerahan saat ini atau penyerahan satu bulan ke depan. Walaupun periode kontrak batubara lebih dari satu bulan," jelas Bihar.

Sebagai informasi, tahun ini PTBA menargetkan penjuakan batu bara sebanyak 24,7 juta ton, naik 38% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 17,8 juta ton. Angka 24,7 juta ton itu terdiri dari ekspor 55% dan penjualan domestik 45%. Target 24,7 juta ton di antaranya berasal dari produksi PTBA 19,8 juta ton dan dari pembelian batu bara anak usaha 3,98 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono pernah bilang, peningkatan penjualan itu akan dicapai di antaranya dengan cara memprioritaskan ekspor batu bara berkalori tinggi,”Tahun ini kami menargetkan ekspor 13,5 juta ton, naik 40% dari ekspor tahun lalu 9,6 juta ton,” ujarnya.

Joko menambahkan untuk mencapai target itu, PTBA juga didukung oleh armada baru PT Kereta Api Indonesia sebanyak 230 gerbong baru dan 44 lokomotif baru yang telah beroperasi secara penuh pada semester II/2013.

Untuk mendukung peningkatan volume penjualan dan volume produksi, PTBA juga melakukan peningkatan kapasitas pelabuhan Tarahan dari saat ini sekitar 13 juta ton per tahun menjadi 25 juta ton per tahun mulai semester I/2014. “Dalam hal ini, PTBA membangun tambahan satu jetty baru dengan kapasitas sandar 150.000—200.000 DWT, di samping dermaga yang lama dengan kapasitas sandar 80.000 DWT sehingga pelabuhan Tarahan dapat disandari oleh dua kapal sekaligus,” jelas Joko. (bani)