MNC Group Rambah Bisnis Strategis

Infrastruktur dan Transportasi

Rabu, 02/07/2014

NERACA

Jakarta – Sukses mengembangkan bisnis di industri keuangan bank dan non bank, tidak membuat puas MNC Group untuk berhenti disektor tersebut. Bahkan untuk lebih agresif lagi dalam pengembangan bisnisnya, MNC Group mulai merambah lini baru yaitu sektor infrastruktur dan transportasi.

CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, untuk mengembangkan binis lebih maju lagi, perseroan saat ini pihaknya tengah merambah lini bisnis baru yaitu sektor infrastruktur dan transportasi,”Di bidang infrastruktur dan transportasi yang saat ini sedang dikembangkan, karena Indonesia bisa maju kalau infrastruktur dan transportasinya maju. Ini ada peluang, makanya kami akan masuk,”ujarnya di Jakarta, Selasa (1/7).

Dia mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan sudah sedianya memiliki infrastruktur dan transportasi yang menunjang. "Secara maksimal harus baik di segala bidang. Makanya ini yang akan kita kembangkan," ujarnya.

Saat ini, lanjut Hary Tanoe, MNC Group sudah memiliki lini bisnis utama yang sudah kuat yakni MNC Media, yang menjadi core bisnis MNC Group yang meliputi tiga TV nasional dan beberapa TV lokal di daerah."Ada RCTI, MNC TV, Global TV, lalu TV lokal seperti Sindo TV dan fokus pada produksi channel yang berlangganan dengan channel banyak. Misalnya MNC News, MNC Business dan sebagainya. Tentunya media iklan lainnya, cetak, radio semuanya di bawah MNCN," ungkapnya.

Dirinya juga mengungkapkan, MNC Media yang kode emitennya MNCN juga memiliki TV berlanggan yang telah memiliki dominan brand seperti Indovision, Pay TV dan jaringan kabel optik yang saat ini sedang berlangsung."Lalu online, portal berita Okezone, online games cukup besar sekali perkembangannya di Shanghai, lalu social media dengan We Chat. MNC Group membawahi MNC Media, itu semua masuk. Itu core bisnis dari media kita. Masa depannya baik," ucapnya.

Di bidang jasa keuangan, kata Hary Tanoe, pihaknya juga telah merambah seluruh bidang keuangan dan terintegrasi menjadi financial supermarket seperti yang saat ini sedang proses akuisisi Bank Bumiputera."Kami juga ada asuransi jiwa, Manajer Investasi dan perusahaan sekuritas dimiliki MNC Group,”tandasnya.

Sebagai informasi, belum lama ini, MNC Grup tengah fokus mengembangkan PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) dengan meningkatkan modal inti di atas Rp5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Ini dilakukan agar perseroan dapat naik kelas ke BUKU 3 (bank umum dengan modal inti sebesar Rp5-Rp30 triliun) dari posisi saat ini di BUKU 1.

Ke depan perbankan dinilai dapat menjadi ujung tombak bisnis jasa keuangan MNC Group. Hal ini sama seperti komitmen perseroan dalam membesarkan bisnis media hingga di level internasional,”Lokomotif jasa keuangan ke depan adalah bank. Kami akan terus perkuat permodalan menjadi Rp5 triliun dalam tiga tahun ke depan. Potensinya masih sangat besar," ujarnya Hary Tanoe.

Dia mengatakan, dari 250 juta penduduk Indonesia, masih ada sekitar 80% warga yang belum punya rekening bank. Ini akan membuat jumlah nasabah akan meningkat seiring waktu. Tantangannya taraf hidup masyarakat masih sebatas harian karena disparitas yang tinggi antara yang kaya dan miskin. Ini disebutnya karena kinerja pemerintahan belum efektif. "Pemerataan kemampuan masyarakat masih merata dan ini berkorelasi dengan pertumbuhan industri bank," ujarnya. (bani)