Mencapai Target Layanan Air Minum dan Sanitasi

NERACA

Air minum dan sanitasi bagaikan satu tarikan nafas yang tidak dapat dipisahkan. Sanitasi buruk akan menyebabkan sulitnya pemenuhan kebutuhan air minum yang layak. Sementara, tanpa air minum layak mustahil menciptakan kondisi sanitasi yang memadai.Hal ini sangat disadari oleh Pemerintah yang memiliki tanggungjawab untuk meningkatkan akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak kepada seluruh rakyat Indonesia.

Untuk itu, demi memastikan tersedianya akses air minum dan sanitasi yang layak kepada seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah melalui draft Rencana Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mengamanatkan bahwa pada 2019 Indonesia bisa mencapai 100% akses (universal access).

Artinya, sampai akhir tahun tersebutsetiap masyarakat Indonesia baik yang tinggal di perkotaan maupun kawasan perdesaan sudah memiliki akses terhadap sumber air minum aman dan fasilitas sanitasi layak.

Direktur Permukiman dan Perumahan, Bappenas, Nugroho Tri Utomo yang juga menjabat sebagai Ketua Pokja AMPL Nasional mengatakan bahwa target universal accesspada 2019 mendatang bukanlah hal mudah yang bisa dicapai, pasalnya dalam memenuhi target ini perlu lompatan besar yang dilakukan. Terlebih, hingga kini capaian akses air minum aman dan sanitasi layak Indonesia masih kurang optimal.

Data Badan Pusat Statistik, lanjut dia, Kor Susenas 2004-2013 menunjukkan Indonesia baru mencapai 67,73% untuk akses air minum aman dan sebesar 59,71% untuk akses sanitasi layak. Angka ini menunjukkan bahwa untuk mencapaiuniversal accessmasih dibutuhkan penambahan akses sanitasi layak kepada 97,6 juta jiwa dan penambahan akses air minum aman kepada 78,2 juta jiwa.

“Untuk mencapai 100% akses di sektor air minum setidaknya dibutuhkan dana sebesar Rp.275 Triliun. Sementara, untuk sektor sanitasi kebutuhan investasinya mencapai Rp.294 Triliun,” kata Nugroho

Kendati demikian, menurut Nugroho, dengan adanya dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah, pihak swasta, maupun masyarakat target 100% akses tersebut bisa tercapai dengan baik, bahkan optimis bisa terlampaui.

“Untuk itu, kami mengharapkan sinergi dari semua pihak baik pemerintah, sektor swasta, lembaga internasional, LSM dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pencapaian target 100% akses ini. Karena hanya dengan dukungan dan kerjasama inilah targetuniversal accessmenjadi mungkin untuk bisa dicapai pada 2019 mendatang,” ujar dia.

Dalam mendorong percepatan pencapaian targetuniversal access, pada draft RPJMN 2015-2019 telah dituangkan arah kebijakan dan strategi yang perlu ditempuh antara lain, menerapkan rencana pengamanan air minum, menjamin ketahanan sumber daya air, menyediakan infrastruktur air minum dan sanitasi yang produktif, menyelenggarakan sinergi dan penguatan perencanaan, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendanaan infrastruktur air minum dan sanitasi.

Untuk mendukung pencapaianuniversal accessPemerintah melalui Pokja AMPL Nasional juga telah melaksanakan upaya-upaya strategis melalui program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dan meningkatkan akses terhadap sarana air minum dan sanitasi yang berkelanjutan.

BERITA TERKAIT

AIA Buka AIA Premiere Agency Center - Perkuat Layanan di Bali

NERACA Denpasar – Perluas layanan kepada nasabah, PT AIA Financial (AIA) meresmikan AIA Premiere Agency Center (APAC) di Bali. Berlokasi…

Tujuh Pembangkit Diresmikan - Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Di NTB dan NTT

NERACA Jakarta - Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan tujuh proyek pembangkit di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Nusa…

Warrior Semarang Dorong Walikota Larang Iklan dan Promosi Rokok

Warrior Semarang Dorong Walikota Larang Iklan dan Promosi Rokok NERACA Jakarta - Kota Semarang menjadi kota kelima yang didatangi Wayang…

BERITA LAINNYA DI CSR

Jangkau Luas Rumah Layak Huni - Lagi, Yayasan Intiland Gandeng Habitat

Melanjutkan kesuksesan dalam menyediakan rumah layak huni kepada masyarakat yang tidak mampu, perusahaan properti PT Intiland Development Tbk, melalui Yayasan…

Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu - Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Menaklukan Soal Matematika - Siswa di Daerah Pun Kini Lebih Percaya Diri

Percaya atau tidak, terkadang sumpah serapah ada kalanya bisa menjadi kenyataan. Hal inilah yang menggambarkan pengalaman Adit, guru privat di…