Isu Kedermawanan Jadi Ikon Aktivitas Sosial

Menangkan Ramadhan

Sabtu, 05/07/2014

ACT mengajak dunia usaha untuk Memenangkan Ramadhan agar tak hanya berburu profit, tetapi juga berburu benefit yang menentramkan dengan melakukan tanggung jawab sosialnya

NERACA

Ramadhan bulan termulia, terutama dan penuh berkah. Ramadhan tidak elok jika berlangsung rutin-rutin saja meski tak salah melakoni ibadah ritual Ramadhan sebagaimana tahun sebelumnya.Terlebih jika Ramadhan dikalahkan denganhiruk pikuknya pilpres, riuh rendahnya piala dunia sepakbola serta liburan sekolah bagi para siswa.

Untuk itu,lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT)mengangkat tema‘Menangkan Ramadhan’ di tahun ini. ACTmengajaksemua pihakmenjadi mitra dalam mengedukasi dan mensosialisasikan isu kedermawanan menjadi ikon aktivitas umat. ACT mengajak semua pihak untuk Memenangkan Ramadhan.

“Semua menang, jangan ada yang kalah kecuali egoisme, keserakahan, ketakpedulian dan inhumanitas. Kalau kita manusia, selayaknya menang di Ramadhan ini dengan kepedulian, berbagi dan menghargai sesama dengan menjunjung kehidupan,”kataPresiden ACT, Ahyudin

LanjutAhyudin, keramaian ibadah ritual memang hadir di setiap Ramadhan. Masjid ramai, pusat perbelanjaan menyediakan keperluan berbuka puasa bahkan sampai Idul Fitri. Nuansa kedermawanan mulai dari zakat fitrah, zakat mal dan sedekah, donasi buka puasa dan sahur menjadi aktivitas umat.

ACT berharap tema ‘Memenangkan Ramadhan’bisa menjadi pemantap skala prioritas dan penyemangat memaksimalkan bulan suciRamadhan dengan hati, fikiran, kata-kata dan setiap pergerakan tubuh kita.

“Pertama, ACT mengajak Menangkan Ramadhan untuk khalayak khususnya muslimin Indonesia untuk membantu sesamanya,”ungkap dia.

Kedua, sambung dia, ACT mengajak dunia usaha untuk Memenangkan Ramadhan agar tak hanya berburu profit, tetapi juga berburu benefit yang menentramkan dengan melakukan tanggung jawab sosialnya. Ketiga, ACT mengajakmedia massa untuk mengedukasi khalayak mengenai urgensi kepedulian di tengah hiruk pikuk isu politik pemilihan presiden.

“Perkembangan ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang aktif hingga saat ini tentu tidak terlepas dari peran aktif media dalam mensosialisasikan pelbagai program ACT kepada masyarakat,”kata dia.

AdapunMenangkan RamadhanACT padatahunini mulai dari menyambut Ramadhan, saat berlangsung Ramadhan, akhir Ramadhan hingga program menjelang Idul Qurban. Untuk Memenangkan Ramadhan, ACT menggulirkan beberapa program.

Menangkan Ramadhan di daerah Bencana. Program Ramadhan yang dilaksanakan untuk korban bencanadi Indonesiaseperti di Sinabung akibat Erupsi Gunung Sinabung, Aceh Tengah dan Bener Meriah akibat Gempa Aceh, Sekitar Gunung Kelud akibat Erupsi Gunung Kelud,danKorban Banjir Jabodetabek. Sementara di luar negeri, ACT akan menyebarkan paket Ramadhan berupa beras, minyak, gula dan susu di Laos. Penerima manfaat sebanyak 12 ribu orang yang tersebar di daerah Vientiane, Savannaknet, dan Pakse.

Ramadhan di Ujung Negeri.Program Ramadhan dilaksanakan di daerah perbatasan NKRI. Daerah perbatasan secara umum dalam kondisi yang memprihatinkan dibanding kondisi negara tetangga. Wilayah programsepertiAttambua, Nusa Tenggara Timur Pulau Tarak Papua Barat Nunukan Kalimantan Timur Entikong Kalimantan Barat. Adapun program berupa bukapuasa/sahur Ramadhan, Bingkisan Ramadhan, Sedekah Busana Muslim/ah, Wakaf Al Qur’an,danRamadhan Ceria bersama Anak-anak.

Ramadhan Bersama Dhuafa, merupakan orang-orang yang terlantar, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang cacat. Adapun program berupaDapur Umum Ramadhan,Buka Puasa/sahur,Bingkisan Ramadhan,Ramadhan Ceria Bersama Anak-anak,Pasar Murah Ramadhan.

Ramadhan di LAPAS.Kepedulian kepada mereka akan dapat memberikan dampak yang positif, bahwa masih ada anggota elemen masyarakat yang lain yang peduli dengan kondisi mereka di LAPAS.Programberupabuka puasa dan sahur Ramadhan, paket bingkisan Ramadhan.Program ini menyasar Lapas Jabodetabek.

Ramadhan Bersama Komunitas.Ramadhan bersama komunitas mulai dari mantan atlet, wanita kepala keluarga, komunitas marbot masjid, dan komunitas penyandang cacat.

Masjid Kita.Pembangunan atau Renovasi Masjid dan Musholla sehingga akan lebih nyaman dalam mengoptimalkan ibadah di Bulan Ramadhan dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Kondisi Masjid di beberapa tempat sasaran ACT masih memprihatinkan seperti atap bocor, kerusakan lantai keramik, tempat wudhu kondisinya kotor, WC yang tidak berfungsi, dinding dan plesteran semen serta pintu yang rusak.

Selain program-program di atas, ACT meluncurkan program Akhwat Bergerak yang diinisiasi oleh artis Peggy Melati Sukma.Program Akhwat Bergerak yang memiliki tagline ‘Tebar Inspirasi, Berbagi Perjuangan, dan Bangkit Bersama’ merupakan program yang diharapkan menjadi sebuah gerakan massif dari muslimah untuk muslimah dalam berbagi ilmu dan amal di beberapa kota besar Indonesia.

“Bukan hanya menebar inspirasi, tapi juga bagaimana muslimah dapat berbagi solidaritas dengan muslimah lainnya di seluruh penjuru dunia. Juga bagaimana memperkaya muslimah dengan keahlian agar mampu berdiri di atas kaki sendiri,”kata Direktur Kreatif ACT Nurman Priatna.

Selain itu, ACT juga mengundang Syekh muda dari PalestinaAbdul Alfattah Hammudah Abdul Al-Fattah Fathyuntuk mengisi kajian dan menceritakan pengalamannya mengenai kondisi terakhir Gaza. Diharapkan,roadshowyang berlangsung di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Klaten, hingga Ternate ini dapat menggalang solidaritas masyarakat terhadap dunia Islam terutama Palestina saat ini.

“Syekh muda dari Palestina ini akan berbagi pengalaman di sekitar 55 masjid selama bulan Ramadhan,”kataNurman Priatna.

Harapannya, kata dia, pengalaman syekh yang telah menuntaskan S2-nya di Universitas Islam Gaza ini dapat menggalang kepedulian masyarakat Indonesia untuk membantu muslim Palestina.

“Penggalangan dana nantinya diperuntukan untuk beasiswa anak-anak Gaza dan juga bantuan medis di Gaza,”kataNurman Priatna.