Citibank Perkenalkan Generasi Terbaru Layanan Perbankan Digital

Beragam fitur canggih untuk menjawab kebutuhan transaksi nasabah korporasi

NERACA

Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015 akan membentuk sebuah pasar tunggal dimanaarus barang, jasa, investasi, tenaga terampil, serta arus modal dapat mengalir lebih bebas antar negara-negara ASEAN. Kondisi tersebut akan membuka peluang bagi berbagai korporasi Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ASEAN.

Tepat pada 24 Juni lalu di Jakarta, Citibank Indonesia memperkenalkan rangkaian layanan dan produk perbankan digital terbarunya guna mendukung kebutuhan perbankan nasabah korporasi berskala nasional untuk melebarkan sayap ke wilayah ASEAN maupun global, sekaligusmengukuhkan posisi Citibank sebagai salah satu bank global dengan jaringan terbesar di dunia yang selalu mengedepankan inovasi produk dan layanan.

Turut hadir pada acara iniAmol GupteRegional Treasury and Trade Solutions Head Citibank Asia Pacific,Tigor M SiahaanCiti Country Officer Citibank Indonesia,Riko TasmayaManaging Director Treasury and Trade Solutions Citibank Indonesia dan juga sebagai panelisPhil CharmaltdariCiti Innovation Lab Singapore danRolando GuzmanHead of Regional Treasury and Trade Solutions Connectivity and Enterprise Services, Citibank Asia Pacific.

Tigor M. Siahaan menuturkan, Citibank memiliki komitmen tinggi untuk terus menjadi yang terdepan dalam menghadirkan teknologi dan inovasi guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keamanan pengelolaan transaksi keuangan nasabah korporasi.

“Rangkaianlayanan dan produk perbankan yang kami perkenalkan hari ini juga akan dapat membantu dalam mempercepat pengambilan keputusan strategis bisnis bagi nasabah korporasi,” ujar dia

Rangkaian generasi terbaru produk dan layanan perbankan digital Citibank dirancang secara khusus untuk memudahkan nasabah korporasi dalam melakukan dan mengontrol transaksi keuangan perusahaan.

Citi memperkenalkan layananCitiDirect Banking Evolution (BE)dengan fiturPayment Analyticsyang memberikan visibilitas dari keseluruhan data pembayaran nasabah melalui tampilandashboardinteraktif sesuai dengan keperluan nasabah.

Adapun fitur lainCitiDirect BEsepertiReceivables Visionyang dapat menampilkan proses data penerimaan untuk membantu nasabah dalam mengoptimalkan manajemen keuangan dan meningkatkan efisiensi likuiditas.

Fitur populer lain dariCitiDirect BEadalahCitiDirect BE Mobileyang memungkinkan nasabah untuk menerima notifikasi transaksi melalui SMS, melihat posisi saldo kas, dan melakukan otorasi transaksi pembayaran melalui perangkatsmartphoneatautablet tanpa batasan waktu dan lokasi.

Meskipun layananCitiDirect BEdapat diakses melalui perangkat elektronik seperti PC,smartphoneatautabletkapanpun dan dimanapun, kecepatan dan keamanan penggunaan layanan ini telah diperhatikan dan diuji secara khusus oleh tim Citi Innovation Lab di Singapura dan Dublin, Irlandia.

Riko Tasmaya mengatakan, selain bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan perusahaan, rangkaian layanan dan produk kami juga dapat mendukung gaya hidup para nasabah korporasi yang belakangan ini cenderung lebihmobile.

“Dengan adanya layanan digital sepertiCitiDirect BE Mobile,para nasabah tetap dapat mengontrol dan melakukan transaksi keuangan perusahaan walaupun mereka harus melakukan kegiatan lain di luar kantor,” tambah dia

SelainCitiDirect BE, Citibank juga menawarkanTreasury Vision,sebuah layanan berbasis web yang memungkinkan nasabah untuk memantau posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan, melakukan perkiraan, serta mengelola likuiditas global dan risiko perusahaan secara lebih efektif.

Untuk meningkatkan pengendalian sekaligus mempermudah manajemen penggunaancorporate cardsatau kartu kredit perusahaan, Citibank juga menghadirkanCiti Manageryang setiap saat dapat mengkonsolidasi penggunaancorporate cardskedalam layanan portal bersifatuser-friendly.

“Kami percaya rangkaian produk dan layanan perbankan digital dan jaringan global kami dapat bermanfaat bagi pertumbuhan banyak korporasi di Indonesia, sehingga mereka dapat mengkapitalisasi berbagai peluang yang ada saat ini maupun pada masa mendatang,” tutup Tigor.

BERITA TERKAIT

Menperin Nilai Indonesia Siap ke Arah Industri Berbasis Digital - Sektor Riil

NERACA Jakarta – Pelaku industri nasional perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital saat ini, seperti yang…

Era Transformasi Digital

Merebaknya disrupsi teknologi yang terjadi di berbagai aspek kehidupan manusia saat ini menjadi sorotan dalam berbagai diskursus. Era disrupsi adalah…

Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital - AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…