Indopoly Anggarkan Capex US$ 200 Juta

Emiten bergerak bidang bisnis kimia, PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar US$20 juta yang akan dipakai untuk ekspansi pabrik dan pembelian mesin baru perseroan yang didatangkan dari Jerman dan Amerika Serikat. Adapun dana tersebut sebagian besar, yakni 70% diperoleh dari pinjaman bank dan sisanya berasal dari kas internal,”Hingga saat ini, progress pembangunan ekspansi baru menelan 20% dari keseluran anggaran,”kata Direktur Utama Indopoly, Henry Halim di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, belanja modal itu diperlukan untuk pembelian mesin metalizing ketiga dan intensive upgrading untuk pabrik di Purwakarta. Selain untuk pengadaan extrusion coating kedua di pabrik Suzhou, Tiongkok dan perluasan pabrik. Dengan demikian pabrik tersebut akan selesai pada semester I 2015 dan diperkirakan menghasilkan pendapatan US$13 juta pertahun.

Tahun lalu, jelas Henry, penjualan bersih perseroan mencapai US$234 juta meningkat 2,7% dari US$227 juta hasil 2012. Laba kotor dan laba bersih meningkat masing-masing menjadi US$40,4 juta dan US$9,1 juta atau meningkat sebesar 17,3% dan 25,7% dari tahun sebelumnya.“Tahun ini karena kami melakukan ekspansi, dan mengingat situasin politik serta ekonomi dalam negeri, kami tak menargetkan pejualan. Kami perkirakan masih sama seperti tahun lalu,” kata Henry.

Pada RUPST kali ini, perseroan juga sepakat membagikan dividen Rp1 per saham dengan total sebesar US$ 532 ribu atau setara 5,8% saham. Dividen akan dibagikan pada 3 September 2014 untuk pemegang saham yang tercatat pada 20 Agustus 2014. Sisa dividen dicatatkan sebagai dana cadangan US$ 100 ribu dan pendapatan ditahan US$ 8,4 juta.

Perseroan merupakan salah satu produsen plastik BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) dan BOPET (Biaxially Oriented Polyester) terbesar di Indonesia. Tahun ini, Indopoly memprediksikan pertumbuhan industri plastik nasional akan tumbuh 7 – 8% per tahu seiring dengan tingginya permintaan di sektor makanan dan fast moving consumer goods (FMCG) yang mencapai 60%. (bani)

BERITA TERKAIT

Intiland Anggarkan Capex 2 Triliun - Danai Proyek Eksisting

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun, PT Intiland Development Tbk (DILD) masih mengandalkan proyek…

Kimia Farma Anggarkan Capex Rp 3,5 Triliun - Siapkan Ekspansi Anorganik

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnis dan belanja modal, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) tengah mencari sumber pendanaan eksternal.…

Produksi Nasional Disebut Tembus 60 Juta Unit - Impor Ponsel Turun Drastis

NERACA Jakarta – Industri telepon seluler (ponsel) di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Dana Segar US$ 150 Juta - Wika Realty Kebut Proyek TOD Jakarta River City

NERACA Jakarta – Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty memastikan pembangunan proyek mixed use…

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…