Siantar Top Geluti Bisnis Kopi Kemasan

Emiten produsen makanan, PT Siantar Top Tbk melakukan ekspansi bisnisnya. Tahun ini, raksasa industri makanan dan minuman (mamin) ini akan masuk pada bisnis pasar kopi kemasan, karena bisnis ini memiliki peluang besar.

Perluasan bisnis karena peminat kopi kemasan yang ada di Indonesia mengalami peningkatan. Kondisi ini memicu Siantar Top memperluas jaringan bisnisnya dengan bermain di kopi kemasan, meski persaingan penjualan kopi kemasan sudah sangat banyak. “Kami yakin bisa berhasil dalam bisnis ini,” kata Direktur Siantar Top, Armin, kemarin.

Dirinya menuturkan, pihaknya tertarik melakukan ekspansi karena kondisi pasar menjanjikan. Saat ini, banyak pemain yang berebut pasar kopi kemasan, tetapi pihaknya tidak khawatir karena pasar ini masih memiliki peluang. “Kami menilai pasar bisnis kopi di dalam negeri masih besar. Kita memang sudah lama mau ekspansi ke bisnis ini, sudah merencanakan sejak dua tahun lalu,” ujarnya.

Menurut Armin, korporasi sudah menyiapkan nilai investasi sebesar Rp300 miliar untuk mendirikan pabrik pengolah kopi bubuk. Rencananya, pabrik akan didirikan di Sidoarjo, karena barang-barang mentah mudah diperoleh. Sebab, Jatim memiliki infrastruktur untuk menunjang perkembangan pabrik di jawa."Target kami, akhir tahun ini mulai beroperasi. Pabrik ini nanti punya kapasitas 20.000 ton per tahun," tambah Armin.

Siantar Top sendiri selama ini dikenal sebagai pemain besar industri snack. Dalam catatan keuangan mereka tahun lalu, penjualan crackers (cemilan krupuk) mereka masih yang terbesar (Rp 509 miliar), disusul biskuit (Rp 463 miliar), dan mie (Rp 384 miliar). Pada 2013, perseroan mencatat laba Rp 114 miliar, lebih besar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 74 miliar.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp500 miliar. Dimana belanja modal tersebut akan digunakan untuk kebutuhan investasi pembangunan pabrik dan ekspansi usaha yang bersumber dari penerbitan obligasi.

Disebutkan, kebutuhan dana capex akan terpenuhi dengan penerbitan obligasi perseroan tahap pertama sebesar Rp250 miliar dan sisanya pinjaman perbankan. Nantinya, penggunaan capex untuk penambahan mesin untuk pabrik makanan dan minuman yakni kopi. (bani)

BERITA TERKAIT

Ambisi NFC Raup Pundi Keuntungan Bisnis Digital - Dirikan Perusahaan Baru

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan ekonomi digital saat ini, menjadi berkah dan peluang bagi PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) untuk…

UOB Kay Hian Holding Beli 5% Saham YELO - Miliki Prospek Bisnis Bagus

NERACA Jakarta –Keyakinan memiliki prospek pasar bisnis yang cukup menjanjikan, perdagangan saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) banyak aktif…

DEAL Perkuat Bisnis Energi Lewat Proyek IPP - Beri Modal Anak Usaha Rp 16 Miliar

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal dan menjadi emiten ke-50 di tahun 2018, PT Dewata Freightinternational Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…