Adira Bakal Terbitkan Sukuk US$ 150 Juta

Perkuat Pembiayaan Syariah

Rabu, 02/07/2014

NERACA

Jakarta – Guna memperkuat likuiditas, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk berencana menerbitkan obligasi syariah (sukuk) senilai US$ 150 juta di Malaysia,”Saat ini perseroan bersama jajarannya masih mengkaji rencana penerbitan sukuk dalam ringgit, kita belum tahu masih bicara berapa jumlahnya dan bunganya, semaksimal mungkin, kalau bisa setara US$ 100 juta-US$ 150 juta,”kata Direktur Utama PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) Willy S Dharma di Jakarta, kemarin.

Rencananya, dana sukuk tersebut ke depannya akan dipakai perseroan untuk pembiayaan bisnis di Unit Usaha Syariah. Menurutnya, pembiayaan unit syariah pertimbangan Malaysia karena ada penawarannya berasal dari sana dan diharapkan suku bunganya bersahabat."Kita sedang persiapkan berbagai macam teknis untuk bisa segera menerbitkan sukuk ini, rencananya, akhir tahun ini atau paling lambat awal tahun depan rencana ini bisa terealisasi," kata dia.

Selain persiapan teknis, tambahnya, mereka harus rating dulu. Selain itu, perseroan juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan untuk Unit Usaha Syariah (UUS) bisa mencapai Rp1,5 triliun. Adira Finance siap mengembangan UUS untuk terus bertumbuh dan berkontribusi secara signifikan terhadap induk.

Kata Willy S. Dharma, kinerja UUS Adira Finance hingga Mei 2014 tercatat telah menyalurkan pembiayaan baru mencapai Rp657 miliar, atau memberikan kontribusi sekitar 5% dari total seluruh pembiayaan selama 5 bulan pertama yang mencapai Rp13,8 triliun.“Sebagian besar penyaluran pembiayaan berbasis syariah di Adira Finance adalah untuk sepeda motor,”ujarnya.

Untuk pendanaan atas pembiayaan yang diberikan UUS Adira Finance, Willy mengaku bahwa pendanaan tersebut berasal dari Bank Danamon Syariah, termasuk juga dari obligasi syariah. Meski saat ini hanya berasal dari Bank Danamon Syariah, tapi Willy tidak menutup kemungkinan untuk mencari suntikan dana dari bank lain.“Hingga saat ini dana kami masih cukup untuk mencapai pembiayaan tersebut. Kita juga terus mengembangkan bahwa nantinya tidak hanya muharabah, tapi bisa yang lainnya. Tapi, memang masih dipelajari”, tandas Willy.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan menargetkan terjadi peningkatan pangsa pasar atau market share pembiayaan kendaraan bermotor mencapai 16%. Peningkatan ini diharapkan mampu mengatasi ketertinggalan Adira dari kompetitornya,”Kami kejar di angka 14% sampai 16%, tahun lalu pangsa pasar Adira Finance di segmen ini hanya mencapai 12,6%,”kata Direktur Keuangan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, I Dewa Made Susila.

Made juga menyatakan, Adira juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan baru pada tahun ini mencapai 8%-10%. Namun dia enggan menjelaskan secara detail mengenai hal tersebut. Sementara itu, perseroan catatkan pembiayaan kredit kendaraan bermotor mencapai Rp 8,1 triliun pada kuartal I 2014. Pembiayaan kredit kendaraan bermotor itu antara lain sebesar 56% untuk sepeda motor baik baru ataupun bekas, sedangkan 46% untuk pembiayaan mobil."Dengan demikian, piutang pembiayaan konsumen yang dikelola meningkat 8% dan mencapai Rp 48,5 triliun pada akhir Maret lalu," kata Made.

Untuk laba bersih mencapai Rp 411 miliar atau meningkat 22% pada kuartal I 2014 dibandingkan kuartal I tahun lalu yang sebesar Rp 336 miliar. Sedangkan total aset perusahaan juga mengalami peningkatan 16% atau mencapai Rp 31,3 triliun dibandingkan Rp 30,99 triliun pada 2013. "Hal ini didorong oleh kenaikan pembiayaan yang tumbuh 19%," lanjutnya. (bani)