Produksi Bijih Timah Tumbuh 44,09% - Kinerja PT Timah Kuartal Satu

NERACA

Jakarta – Tercatat sampai dengan tiga bulan pertama tahun ini, PT Timah Tbk (TINS) membukukan kenaikan produksi produksi bijih timah sebesar 44,09% menjadi 6.213 ton dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 4.312 ton. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, naiknya produksi perseroan dikontribusi dari offshore (laut) sebesar 4.181 ton atau sekitar 67,29% dari total produksi dan sisanya 32,71% atau 2.033 ton dari onshore (darat). Sementara produksi logam timah juga naik 7,84% menjadi 5.148 metrik ton (MT) dibanding kuartal I tahun lalu sebanyak 4.777 MT. Volume penjualan logam timah hingga akhir Maret mencapai 4.319 MT atau turun 25,79% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.820 MT.

Adapun persediaan bijih timah perseroan per akhir Maret 2014 tercatat melonjak menjadi 1.807 ton dibanding periode yang sama tahun lalu hanya 754 ton. Persediaan logam juga meningkat menjadi 4.371 MT dari 1.192 MT. Sedangkan persediaan tin solder berkurang menjadi 41 MT dari kuartal I/2013 sebanyak 95 MT.

Terkait turunnya penjualan menyebabkan pendapatan perusahaan menurun 14% menjadi Rp1,24 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp1,44 triliun. Turunnya pendapat ditambah naiknya sejumlah beban memberi imbas pada susutnya laba bersih perusahaan menjadi Rp95,08 miliar dari sebelumnya Rp126,7 miliar.

Asal tahu saja, sepanjang kuartal pertama tahun ini, PT Timah Tbk (TINS) mengalami penurunan penjualan logam timah menjadi 4.344 Mton dari 5.820 Mton periode serupa tahun 2013. Penurunan sering dengan harga jual rata-rata timah yang turun dari US$23.302 per mton kuartal pertama 2013 menjadi US$23.910 per mton. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, dengan penurunan penjualan tersebut. Maka laba bersih perseroan tertekan sekitar 10,02% menjadi Rp96,477 miliar dari Rp102,779 miliar. Sementara pendapatan mencapai menjadi Rp1,322 triliun dari Rp1,528 triliun. Pada periode tersebut, harga pokok pendapatan (HPP) sekitar 19,12% dari Rp1,232 triliun menjadi Rp996,743 miliar. Produksi bijih timah mencapai 6.214 ton dari 4.312 ton. Produksi logam hingga Maret 2014 mencapai 5.148 Mton.

Perseroan mencatat total aset sebesar Rp7,413 triliun. Dengan jumlah kewajiban sebesar Rp2,486 triliun. Asal tahu saja, perseroan mengeluarkan biaya eksplorasi timah bulan Mei 2014 sebesar Rp26.476.848.611 untuk operasional dan Rp58.388.272.796 untuk investasi. (bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Upaya KKB Ganggu Kinerja Pemerintah di Papua

  Oleh:  Aditya Pratama, Mahasiswa Universitas Indonesia Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diperkirakan akan menjadi  penghambat bagi pembangunan di wilayah…

Sentimen Positif Rupiah Topang Kinerja IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/1), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

Lagi, Aperni Jual Kapal Tidak Produkif

Dinilai sudah tidak lagi produktif, PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) resmi mendivestasi aset perusahaan berupa kapal, yaitu kapal…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…