BII Syariah Targetkan Pembiayaan Rp5 Triliun di 2014

Incar Perusahaan BUMN

Selasa, 01/07/2014

NERACA

Bogor - PT Bank Internasional Indonesia Tbk berencana meningkatkan unit usaha syariah (UUS) mereka, BII Syariah, dengan menargetkan penyaluran pembiayaan hingga Rp5 triliun. Bidikan pun tertuju kepada perusahaan BUMN. Direktur Utama BII, Taswin Zakaria mengatakan, perseroan memprioritaskan penyaluran pembiayaan dengan struktur syariah pada tahun ini.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan BII yang mencanangkan “Sharia First” atau mengutamakan akad syariah dalam penyaluran kredit sejak awal 2014. Saat ini, BII Syariah telah memberikan fasilitas kredit sindikasi dengan akad musyarakah kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero) yang masing-masing senilai US$100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun.

Dalam akad tersebut menetapkan imbal hasil setara dengan LIBOR plus 4% dalam jangka waktu tiga tahun. Selain dengan ketiga BUMN ini, BII juga mengincar perusahaan pelat merah lainnya yang fokus di sektor infrastruktur dan sumberdaya alam (SDA).

“Ke depan, kami berniat memberikan fasilitas kredit ke Petrokimia, semen serta pelabuhan laut dan udara. Akadnya pun bisa bermacam-macam. Kami juga melakukan pembiayaan syariah di sektor ritel seperti KPR dan UMKM,'' ungkap Taswin, saat menggelar CSR Maybank Syariah Indonesia di Pesantren Riyadlul Jannah, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/6).

“Sesuai dengan target “Sharia First”, BII memprioritaskan produk dan pembiayaan syariah ketimbang konvensional. Dan pembiayaan kepada segmen nasabah korporasi kita upayakan dilakukan melalui akad syariah. Karena kalau tidak begitu, UUS kami takkan maju,'' tandasnya.

Dia pun berharap, BII Syariah bisa melakukan kerja sama dengan BUMN sebanyak-banyak. Dengan demikian, BII Syariah bisa berkontribusi ke induk perusahaan sebesar 7%-8% hingga akhir 2014, melonjak dari tahun lalu yang hanya 3%. Sejak akhir 2013, strategi “Sharia First” milik BII dinilai berhasil, karena mampu mendongkrak penyaluran pembiayaan syariah sebesar 78% menjadi Rp3,4 triliun.

Budi Daya Jamur Tiram

Pada kesempatan yang sama, dalam menyambut Ramadan, Maybank Foundation menggelar buka puasa bersama di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Kampung Binong, Bogor, Jawa Barat, yang juga penerima manfaat proyek sukarela karyawan Maybank Syariah Indonesia yang bernama Program Pemberdayaan Ekonomi melalui Budi Daya Jamur Tiram.

Chairman Group Maybank, Tan Sri Dato' Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan, melalui pengenalan budi daya jamur tiram, proyek ini bertujuan mendukung sekolah dalam mencapai kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan dari donasi masyarakat.

"Dengan kapasitas maksimum, satu rumah jamur tiram diharapkan dapat memproduksi lebih dari 100 kilogram jamur tiram dalam sehari (setara dengan pendapatan Rp800 ribu per hari)," ungkap Tan Sri Megat.

Dia melanjutkan, anggota masyarakat di sekitar sekolah juga terlibat dalam proyek ini. Laba yang dihasilkan dari upaya ini digunakan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari sejumlah siswa, baik mereka yang yatim piatu atau yang orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah dan asrama. [ardi]