CMNP Bagikan Dividen Tunai Rp 44 Miliar

Selasa, 01/07/2014

Emiten jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) pada tahun ini memberikan keuntungan bagi hasil kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai sebesar Rp20 per lembar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Keuangan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, Indrawan Sumantri mengatakan, perseroan akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp44 miliar yang berasal dari dividen tahun buku 2012 dan 2013 masing-masing Rp22 miliar,”Dividen tersebut dibagikan kepada 2,2 miliar saham. Dengan kata lain, setiap saham memperoleh Rp20,”ujarnya.

Untuk diketahui, CMNP mencatatkan pertumbuhan laba bersih 2013 sebesar 4,38%, dari semula Rp385,5 miliar di 2012 menjadi Rp402,4 miliar di 2013. Pertumbuhan laba bersih ini tak terlepas dari kinerja baik perseroan yang berhasil memperoleh pendapatan Rp962,5 miliar di 2013 atau tumbuh 6,54% dari 2012 sebesar Rp903,4 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan tol Rp893,7 miliar, pendapatan sewa lahan pada ruas Waru-Juanda sebesar Rp7,4 miliar, dan pendapatan jasa konstruksi Rp26,6 miliar. Menurutnya, dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CMNP yang memutuskan penggunaan sebagian besar laba bersih pada tahun buku 2012 dan tahun buku 2013 untuk mengoptimalkan pengembangan bisnis."Kebutuhan yang tinggi akan ketersediaan infrastruktur, khususnya jalan tol merupakan peluang besar yang menjadi perhatian penting kami," tambahnya.

Penggunaan laba bersih 2012, baru direalisasikan setelah Laporan Keuangan 2012 disetujui pada RUPST kali ini. Dari laba bersih yang diperoleh perseroan di 2012 sebesar Rp385,52 miliar, perseroan mengalokasikan 94,29% atau Rp363,52 miliar sebagai laba ditahan.

Selain itu, perseroan juga mengalokasikan Rp241,87 miliar sebagai laba ditahan atau 60,1% dari total laba besih sebesar Rp402,42 miliar di tahun buku 2013. Dengan demikian secara keseluruhan, CMNP memiliki total laba bersih ditahan sebesar Rp605,39 miliar yang dapat digunakan untuk pengembangan bisnis,”Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan bisnis perseroan yang berkelanjutan. Pemegang saham sangat fokus berekspansi di industri jalan tol,”kata Indrawan. (bani)