ABM Investama Raih Utang US$ 30 Juta

Danai Ekspansi Bisnis

Selasa, 01/07/2014

NERACA

Jakarta- Perkuat modal untuk mendanai ekspansi bisnis, PT ABM Investama Tbk (ABMM) mendapatkan dana segar berupa pinjaman senilai US$ 30 juta dari Valle Verde Pte.Ltd sebagai pemegang 55% saham PT ABM Investama Tbk. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (30/6).

Disebutkan, nantinya dana pinjaman tersebut akan digunakan PT ABM Investama Tbk untuk memperkuat modal kerja di tengah upaya perusahaan untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi di seluruh lini operasional perseroan dan anak usahanya.

Direktur Utama PT ABM Investama Tbk, Andi Djajanegara mengatakan, pinjaman dari Valle Verde Pte. Ltd memberikan beberapa keuntungan bagi perseroan. Pertama, bunga yang lebih rendah dari perbankan, yaitu Libor +3,10%. Kedua, pinjaman subordinasi (subodinate loan) ini memungkinan perusahaan untuk melakukan pelunasan setelah pinjaman ke club deal lunas. Ketiga, untuk mendapatkan pinjaman, perusahaan juga tidak memberikan jaminan.,”Pinjaman dari Valle Verde Pte. Ltd ini menjadi bukti komitmen dan dukungan penuh pemegang saham untuk mendorong kinerja operasional ABMM tumbuh secara sehat dan makin efisien. Dengan bunga yang sangat kompetitif dan syarat pinjaman yang lebih baik, maka beban perusahaan juga akan berkurang,”ujarnya.

Tahun ini, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar sebesar US$ 1,15 juta atau 25% dari laba bersih tahun 2013. Kata Andi Djajanegara, walaupun bisnis batubara sedang mengalami tantangan, perseroan tetap membagikan dividen dari laba bersih tahun 2013,”Dividen ini diberikan sebagai bentuk komitmen dan apresiasi tinggi perseroan kepada para pemegang saham dan investor ABMM atas dukungan penuh selama ini terhadap perkembangan bisnis perseroan,”ujarnya.

Melalui entitas anaknya, ABMM berhasil menorehkan beberapa pencapaian operasional yang penting di tahun 2013, yang merupakan hasil pencapaian tertinggi dalam sejarah perseroan, di antaranya volume produksi dan penjualan batubara sebesar masing-masing 5,0 juta ton dan 5,3 juta ton, jasa penyewaan alat untuk kontraktor tambang sebesar 12,5 juta ton batubara, dan produksi listrik dari temporary power sebesar 4.642 juta KWH dengan kapasitas terpasang sebesar 1.113 MW. ABMM membukukan total pendapatan sebesar US$ 777,0 juta dengan EBITDA sebesar US$ 149,4 juta di tahun 2013.

Kata Andi, pihaknya bersyukur perseroan masih membukukan kinerja positif di tahun 2013 berkat langkah efisiensi dan penguatan proses bisnis yang di lakukan, “Strategi ini akan menjadi kekuatan kami ketika bisnis batubara sudah pulih. Kami optimis, masa depan ABMM sebagai perusahaan energi akan semakin kokoh didukung oleh strategi dan proses bisnis yang solid serta sinergi yang kuat antar anak usaha,”tambahnya.

Pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba perseroan tahun 2013 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 4,6 juta. Sebesar US$ 0,1 juta digunakan untuk penyisihan cadangan sesuai dengan pasal 70, Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007. Sebesar US$ 1,15 juta atau 25,0% dari laba bersih digunakan untuk pembayaran dividen tunai. Sementara itu, sebesar US$ 3,4 juta dari laba bersih akan digunakan untuk laba ditahan.

Disamping itu, hasil RUPST juga menyetujui penunjukan Adrian Erlangga menjadi Direktur ABMM menggantikan Willy Agung Adipradhana yang mengakhiri masa jabatannya di bulan Mei ini. Kemudian RUPST juga menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham perseroan, di mana sisa dana untuk keperluan ekspansi akan dialihkan penggunaannya sebagai penambahan working capital perseroan beserta anak-anak perusahaan perseroan.

Sebagai pemain jangka panjang di sektor energi, ABM akan tetap fokus untuk menumbuhkan bisnisnya dengan menitikberatkan prioritas pada beberapa aspek utama di tahun 2014 dan ke depannya, termasuk merampungkan proyek tambang batubara Aceh untuk beroperasi secara komersial,optimalisasi bisnis kelistrikan melalui ekspansi di bisnis pembangkit listrik serta penguatan sinergi di antara anak usaha untuk memperkuat pendapatan perusahaan. (bani)