Mentan Sebut Kenaikan Harga Sementara

Selasa, 01/07/2014

NERACA

Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, beberapa harga bahan pokok mulai menunjukkan kenaikan, bebrapa komoditas harga yang sangat menonjol adalah harga bahan pangan seperti daging ayam dan telur.

Menyikapi hal itu, Menteri Pertanian (Mentan), Suswono menyatakan, demi mencegah adanya kenaikan harga bahan pangan lainnya, masyarakat di minta untuk membeli barang pangan sesuai kebutuhan. Ada pun adanya kenaikan itu bersifat sementara saja.

"Membeli secukupnya saja, jangan panik. Karena kalau masyarakat panik, lalu membeli banyak, itu sering dimanfaatkan para pedagang untuk menaikkan harga," kata Suswono di Jakarta, Senin (30/6).

Menurut Suswono kenaikan harga daging ayam dan telur tersebut karena kebijakan pemerintah. Hal itu dilakukan demi memberikan ruang kepada para pedagang untuk memperoleh keuntungan sebelum Lebaran. "Yang seperti inilah yang perlu dipahami masyarakat, pedagang daging ayam dan telur selama ini kan rugi, untuk itu biar mereka untung dulu. Jadi nanti mendekati Lebaran kami harapkan stabil dan tidak ada kenaikan terlalu tinggi. Jadi kenaikan ini hanya temporer saja," jelasnya.

Pada kesempatan sebelumnya demi memastikan pasokan bahan pangan jelang lebaran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung beberapa hari lalu menggelar rapat koordinasi dengan jajaran menteri terkait.

Dari hasil rapat,mengungkapkan, pasokan dan harga pangan relatif aman menjelang bulan puasa dan Lebaran. Dari terhadap sejumlah komoditas, terpantau beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan.

"Yang naik adalah harga daging ayam, telur ayam, bawang merah dan bawang putih. Tapi harga daging dan telur ayam, masih dalam batas yang wajar yang sudah di-setting oleh Kemendag dan Kementan supaya petani dan peternak memperoleh keuntungan, tapi tidak merugikan konsumen," jelas Chairul.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih, kata CT, masih berada di bawah harga referensi. Dia meminta kepada masyarakat untuk tenang dalam menyikapi kenaikan harga tersebut.

"Tidak perlu khawatir karena dari hasil peninjauan Mendag pekan lalu ke sentra bawang di Brebes, sudah masuk panen raya. Sehingga dari sisi suplai tidak ada masalah. Sementara bawang putih, impor sudah masuk ke Indonesia dan tinggal didistribusikan ke pedagang," tutur Chairul.

Dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Achmad Suryana mengatakan berdasarkan rapat pleno Badan Ketahanan Pangan, sebagai antisipasi melihat pasokan pakan dan masalah distribusi serta harga pangan menjelang Puasa dan Lebaran tahun ini. dari hasil rapat pleno tersebut, pemerintah mengkonsentrasikan untuk menjaga 9 komoditas pangan tidak terjadi gejolak pada Puasa dan Lebaran nanti. “Secara umum pasokan kebutuhan pangan 2014 tercukupi dan masih dalam level aman sambut puasa dan lebaran tahun ini,” katany

Namun demikian dari 9 pangan yang dijaga yaitu beras, kacang tanah, kedelai, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, cabe rawit, daging sapi dan unggas serta telur, setidaknya ada ada 3 komoditas pangan yang pasokannya defisit yakni kedelai, kacang tanah dan sapi/daging sapi.

"Selain tiga pangan yang defisit tersebut yang lainnya sangat aman, pasokannya cukup bahkan selama 2014, seperti beras surplus 25 juta ton, minyak goreng (kelapa sawit) 15,5 juta ton dan unggas 441.000 ton," ucapnya.

Oleh karenanya guna menekan harga maka, tidak menutup kemungkinan untuk 3 komoditas itu impor itu pun jika memang diperlukan. Adapun impor itu sebagai langkah untuk menekan gejolak harga. “Penginnya kita tidak perlu impor hanya saja, jika barang langka harga naik signifikan makanya untuk mengantisipasi itu tidak ada cara lain impor,” tukasnya. [agus]