Besok, BI Buka Layanan Penukaran Uang Tunai - Kebutuhan Uang Capai Rp118,5 Triliun

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia akan membuka layanan penukaran uang tunai mulai 1 Juli 2014 guna menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Lambok Antonius Siahaan menuturkan, nantinya layanan penukaran uang ini akan tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Untuk di Jakarta, penukaran uang tunai untuk keperluan lebaran tersedia di Lapangan IRTI Monas. Penukaran uang berlangsung sejak pukul 09.00-109.0909.00-13.00 WIB. Sedangkan di Bandung, layanan penukaran uang tunai ada di lapangan Gasibu. Di Medan, layanan penukaran uang tunai tersedia di Lapangan Merdeka. Layanan kegiatan penukaran uang tunai ini akan berlangsung hingga 25 Juli 2014,” ungkap Lambok di Jakarta, Jumat (27/6) pekan lalu.

Selain di lokasi-lokasi tersebut, layanan penukaran uang juga diperluas baik melalui peningkatan frekuensi kas keliling di pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti pasar, terminal, rest area jalan tol, stasiun kereta api dan juga pos pemberangkatan mudik. “Dalam rangka meratakan penyebaran uang yang beredar di masyarakat, Bank Indonesia memberikan layanan penukaran dengan sistem paket yang merupakan kombinasi beberapa pecahan sehingga mempercepat layanan. Selain itu juga tidak dimungkinkan untuk menukarkan uang satu pecahan secara berlebihan,” tukasnya.

Jelang Lebaran, sejauh ini Bank Indonesia terus melakukan kerjasama dengan 13 bank umum dalam memberikan layanan penukaran uang. Diantaranya adalah BNI, BJB, BTN, BCA, BRI, BII, Bank Muamaalat, Bank Mandiri, Bank DKI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega dan juga BNI Syariah.

“Kami juga melakukan kerja sama dengan Perum Pegadaian untuk menyediakan outlet layanan penukaran uang di 50 titik lokasi. Pegadaian kami pilih karena dekat dengan masyarakat, banyak loketnya, banyak sumber daya dan juga karena mereka bersedia,” jelas Lambok.

Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang (outflow) pada periode Ramadan dan Lebaran 2014 sebesar Rp118,5 triliun atau meningkat 14,9% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp103,2 triliun.

“Seiring dengan pertumbuhan transaksi ekonomi masyarakat, kebutuhan uang periode Ramadan dan Idul Fitri diproyeksikan sebesar Rp118,5 triliun,” ujarnya. Menurut dia, beberapa hal yang mempengaruhi outflow tersebut antara lain, pembayaran gaji ke-13 kepada Pegawai Negeri Sipil/TNI/Polri pada Juli 2014.

Selain itu, periode awal Ramadan bersamaan dengan liburan anak sekolah serta jumlah libur Lebaran selama enam hari atau lebih lama dari Lebaran 2013 yang hanya lima hari. Lebih lanjut dia merincikan, kebutuhan uang pecahan Rp20 ribu ke atas diproyeksikan sebesar Rp108,8 triliun atau meningkat 14% dari realisasi periode yang sama di 2013. Sedangkan, untuk pecahan Rp10 ribu ke bawah diproyeksikan senilai Rp9,6 triliun atau meningkat 25,6%.

Lambok mengatakan, bahwa posisi uang kartal yang diedarkan per 23 Juni 2014 sebesar Rp453,1 triliun. Sebagian besar uang kartal tersebut dipegang oleh masyarakat Rp385,2 triliun atau dengan pangsa sebesar 85%. Sementara itu, sisanya sebesar Rp67,9 triliun berada di perbankan.

“Dengan memperhatikan realisasi uang kartal yang diedarkan pada Idul Fitri 2013, kami memperkirakan uang yang diedarkan di 2014 sebesar Rp580,3 triliun atau meningkat 14,5% dibandingkan dengan periode yang sama di 2013,” tutupnya. [ardi]

Call Send SMS Add to Skype You'll need Skype CreditFree via Skype

Related posts