Lokal dan Asing Masih Terjadi Kesenjangan - Keamanan TI Perbankan

NERACA

Sumedang - Teknologi informasi (TI) yang digunakan industri perbankan, sejatinya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Namun dibalik itu, kejahatan berbasis siber atau cyber crime juga turut meningkat seiring dengan berkembang pesatnya teknologi informasi. Menurut survei Norton Report 2013, secara global, nilai kerugian yang ditimbulkan akibat cyber crime pada tahun lalu mencapai US$113 miliar atau Rp1,25 triliun.

Modus kejahatan yang paling banyak ditemui yaitu kejahatan finansial, penipuan, kerusakan perangkat, pencurian, serta kehilangan. Khusus Indonesia, industri perbankan dan keuangan menjadi salah satu target dari para hacker dan penjahat berbasis media elektronik lainnya. Sebagai contoh, beberapa waktu lalu sejumlah bank besar di Indonesia seperti Bank Mandiri dan BCA menjadi korban cyber crime, di mana modusnya berupa pencurian data dan pembobolan kartu debet atau ATM. Total kerugian yang dialami kedua bank tersebut tercatat lebih dari Rp4 miliar.

Menurut Yudi Satria Gondokaryono, Direktur Eksekutif ITB Korea Cyber Security R&D Center, sistem keamanan perbankan Indonesia sebenarnya jauh lebih siap bila dibandingkan dengan sistem keamanan industri keuangan lainnya. Pasalnya, pengalaman mereka yang banyak dalam menghadapi permasalahan keamanan teknologi informasi. Namun demikian, kata Yudi, masih ada kesenjangan dari segi pengembangan sistem keamanan teknologi informasi antara bank lokal dengan bank asing. Menurut dia, bank skala besar atau memiliki aset di atas Rp30 triliun harus menyisihkan sekitar 25%-30% dari total aset hanya untuk investasi di sektor ini.

“Ini jelas berbeda dengan bank berskala menengah dan kecil dalam berinvestasi di sektor TI, karena investasi di sektor ini terbilang sangat mahal. Kalau bank asing tak masalah karena dananya sangat besar,” katanya, dalam Cyber Security Seminar (CYSE) 2014, Cyber Security Trend and Technology in Military and Finance: The Enhancement of Cyber Security Capability in Indonesia, di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (26/6), pekan lalu.

Misalnya saja BRI dan Bank Mandiri. Untuk periode Maret 2013-Maret 2014, total aset kedua bank pemerintah itu masing-masing Rp615 triliun dan Rp640 triliun. Apabila mereka harus menyisihkan 30% dari total aset, maka BRI harus menggelontorkan dana sebesar Rp184,5 miliar dan Bank Mandiri Rp192 miliar, hanya untuk meng-upgrade sistem keamanan TI.

Oleh karena itu, Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Korean International Cooperation Agency (KOICA) mengembangkan strategi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam wujud pembangunan pusat keamanan dunia maya, ITB-Korea Cyber Security R&D Center, yang berlokasi di kampus ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Adapun sistem dan teknologi yang tengah dikembang ITB Cyber Security Center antara lain digital right management dan document right management. Implementasi kedua teknologi itu, lanjut Yudi, bagi perbankan akan berguna untuk mengurangi digital fraud. “Ini juga yang membuat cyber forensics menjadi penting. Tujuannya mengurangi kasus fraud,” ungkapnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

First Media Optimalkan Jaringan Yang Ada - Diproyeksikan Masih Merugi

NERACA Jakarta - Kerjasa keras PT First Media Tbk (KBLV) untuk menekan efisiensi masih berlanjut di tahun ini karena derita…

Pilkada dan Dunia Maya

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo   Pemilih pemula yang melek teknologi menjadi target…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Indonesia Bisa Menjadi Negara Besar

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Bisa Menjadi Negara Besar NERACA Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BNI Kantongi Laba Rp3,66 triliun

    NERACA   Jakarta - PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk mengantongi laba bersih Rp3,66 triliun atau tumbuh 13,3…

CIMB Niaga Auto Finance Berharap Tumbuh - Gelar Dealers Gathering

      NERACA   Jakarta - Sebagai langkah untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan rekanan dealer, PT CIMB…

Bank DKI Salurkan Kredit UMKM Secara Masal

    NERACA   Jakarta - Dukung program kerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya dibidang pengembangan UMKM, Bank DKI menyalurkan kredit…