Equity Finance Tawarkan Bunga 13% - Terbitkan MTN Rp 32 Miliar

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memperkuat modal, PT Equity Finance Indonesia menawarkan bunga sebesar 13% dari surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) III Equity Finance Indonesia Tahap I Tahun 2014 senilai Rp32 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, tanggal distribusi secara elektronik juga telah dilakukan kemarin. MTN tersebut memiliki tenor selama 370 hari dan akan jatuh tempo MTN itu pada 7 Juli 2015. Adapun frekuensi pembayaran bunga tiap tiga bulan dan pembayaran bunga pertama pada 27 September 2014. Equity Finance Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha menyewa pendanaan untuk sektor automotif dan alat-alat besar.

Sebelumnya, ada PT PPA Finance yang telah menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp20 miliar guna mengembangkan usahanya dalam bidang pembiayaan penyediaan barang modal, anjak piutang dan konsumen.

Tahun ini industri multifinance diperkirakan pertumbuhan berjalan lambat. Head of Research PT BNI Securities Norico Gaman pernah bilang, pada tahun ini industri multifinance diperkirakan akan mengalami pelemahan dibandingkan dengan kinerjanya pada tahun lalu. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga BI di 2013 hingga ke level 7,5% dan tidak menutup kemungkinan naik lagi hingga ke level 8,0% pada 2014,”Hal tersebut akan mendorong kenaikan suku bunga kredit perbankan sehingga berdampak pada kenaikan bunga kredit di lembaga multifinance yang lebih tinggi," ujar Norico.

Kenaikan suku bunga kredit yang tinggi akan menghambat daya beli konsumen, terutama terhadap produk-produk seperti otomotif, properti, dan peralatan elektoronik. Kondisi ini berdampak terhadap rendahnya permintaan kredit pada multifinance,”Perusahaan multifinance akan berusaha melakukan efisiensi agar dapat menjaga marjin keuntungan di tengah-tengah melambatnya pendapatan dari kredit konsumen," katanya.

Pada 2014 kinerja industri multifinance diperkirakan akan mengalami pelemahan dibandingkan pada kinerjanya pada tahun 2013 lalu. Perusahaan multifinance akan berusaha melakukan efisiensi agar dapat menjaga marjin keuntungannnya di tengah-tengah melambatnya pendapatan dari kredit konsumen. (bani)

BERITA TERKAIT

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar

Pemprov Jabar Alokasikan Hibah untuk BPSK Rp7,25 Miliar NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…