Bajatama Beli 70% Bahan Baku Dari KS

Di tengah fluktuasinya kurs rupiah terhadap dolar AS, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) memutuskan untuk mengubah strategi perseroan atas pasokan bahan baku. Bila biasanya, bahan baku baja 70% didatangkan dari impor, kini sebaliknya 70% dari lokal.

Direktur Utama PT Saranacentral Bajatama Tbk, Handjaja Susanto mengatakan, untuk mencegah rugi kurs, maka perseroan akan kendalikan dari bahan baku, “Bila dulu 70% impor dari Korea, Thailand, dan Malaysia, sekarang 70% kita beli dari lokal di Krakatau Steel (KS)," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/6).

Menurutnya, saat ini harga bahan baku baja dari KS 10% lebih murah dibandingkan impor. Hal itu berbeda dengan dulu di mana baja impor lebih murah. "Kita putuskan beli dari Krakatau Steel karena harganya stabil dan lebih murah 10 persen. Kualitasnya dengan impor juga tidak jauh beda," tukasnya.

Asal tahu saja, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 10 miliar. Kemudian soal ekspor meski ada kebijakan pemerintah yang melarangnya, namun pihaknya berupaya untuk bisa masuk pasar ekspor. "Kita ada upaya untuk ekspor ke Malaysia atau Thailand karena kita ada keunggulannya karena sama-sama masuk Asean. Jadi, tidak dikenakan bea masuk," ucap Handaja.

Seperti diketahui, tahun 2013 kemarin, produsen baja ini mengalami penurunan laba hingga 508% menjadi minus Rp 77,12 miliar dibandingkan perolehan tahun 2012 yang plus sebesar Rp 18,88 miliar. Di mana, penjualan mengalami penurunan 2 persen dari Rp 1,07 triliun menjadi Rp 1,05 triliun. "Target penjualan tahun ini naik 10%-20% Rp 1,2 triliun, sampai Mei sudah Rp 465 miliar. Target produksinya juga ikuti penjualan 120.000 ton untuk dua lini,”paparnya. (bani)

BERITA TERKAIT

AKIBAT PERANG DAGANG DAN FAKTOR POLITIK - Asumsi Makro 2019 Diprediksi Meleset dari Target

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 tidak sesuai target. Penyebabnya faktor…

KKP Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia…

TERKAIT RENCANA REVISI UU DUNIA USAHA - Presiden Minta Masukan dari Kalangan Pengusaha

Jakarta-Presiden Jokowi memanggil kalangan pengusaha yang tergabung Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Kadin Indonesia dan Hipmi, untuk meminta masukan terobosan baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…