Subsidi dan Kenaikan Harga-harga - Oleh Bani Saksono (wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Sesuai hukum pasar, harga-harga akan naik jika terjadi lonjakan permintaan, sedangkan suplainya tidak bertambah. Tapi, pasar kadang aneh. Ketika kebutuhan meningkat, tapi pasokan juga ditambah, harusnya harga stabil. Tapi, kenyataannya, harga tetap naik juga dengan berbagai alasan.

Biasanya, kondisi tersebut terjadi pada momen-momen tertentu. Misalnya, menjelang Ramadhan hingga Lebaran. Juga di pertengahan tahun di saat musim liburan atau memasuki tahun ajaran baru. Bagaimana dengan Ramadhan dan Idul Fitri 1435 H tahun ini. Kebetulan momennya berdekatan dengan tahun ajaran baru?

Ada dua kemungkinan. Ada barang-barang tertentu yang pasti naik harganya, kendati tingkat ketersediaannya cukup aman. Sebaliknya, ada komoditas tertentu yang memberikan harga istimewa bagi konsumen, yaitu kalaupun tidak naik, ya harga justru turun atau dengan pola pembayaran yang ringan.

Yang terang, memasuki Ramadhan tahun ini, masyarakat bakal kecipratan dampak dari kenaikan tarif dasar listrik (TDL). DPR sudah menyetujui usulan kenaikan TDL yang diajukan pemerintah. Ada enam golongan mampu yang akan terkena kenaikan TDL. Yaitu, kalangan rumah tangga di atas 1.300 VA naik 11,36%, 2.200 va naik 10,43% dan pelanggan industri naik sekitar 11,57%.

Hingga akhir tahun 2014, kenaikan TDL bagi enam kelompok mampu itu akan mencapai harga keekonomian, yaitu titik harga yang tanpa subsidi. Selanjutnya, TDL akan bergantung pada kondisi pasar, yaitu indicator kurs, inflasi, maupun fluktuasi harga BBM di pasar internasional.

Yang akan berdampak pada konsumen adalah TDL bagi kalangan industri. Pengaruhnya, akan terjadi perubahan harga, bisa naik, bisa turun, terhadap harga-harga produk hasil industri tersebut.

Inti dari kenaikan harga dasar listrik, maupun produk lain yang masih menerima subsidi pemerintah, termasuk bahan bakar minyak (BBM) adalah bagaimana mengatur agar subsidi itu tepat sasaran. Artinya, subsidi memang harus dinikmati oleh kalangan yang berhak. Misalnya, subsidi TDL untuk keluarga yang kurang mampu, tarif atau harga BBM bersubsidi hanya diberikan bagi kepentingan umum, semisal bagi angkutan umum dan keluarga miskin. Juga subsidi pupuk, seharusnya dinikmati oleh para petani.

Yang terjadi sekarang adalah, subsidi itu justru lebih banyak dinikmati oleh pihak yang sebetulnya tidak berhak. Penikmat subsidi pupuk nyatanya bukan petani, tapi tengkulak. Penikmat BBM bersubsidi, lebih banyak mobil baru nan mewah yang dimiliki para orang kaya.

Banyak pihak berpendapat, langkah terbaiknya adalah mengalihkan anggaran subsidi itu untuk mengentaskan kemiskinan. Subsidi juga perlu dialihkan untuk menunjang sarana umum, utamanya sarana transportasi umum massal agar aman, nyaman, cepat, dan terjangkau. Jika sarana transportasi umum massalnya memadai, diyakini akan berkuranglah kemacetan di jalan raya. []

BERITA TERKAIT

Strategi Ekonomi RI

Ketika fluktuasi ekonomi Indonesia mengikuti harga komoditas saat booming pada 2003‐2008, lalu menukik ke bawah setelah 2011  bersamaan dengan perlambatan…

Cara PLN Dorong Ekonomi Indonesia Jadi Top Ten Dunia

  NERACA Jakarta - Konsumsi listrik yang besar selama ini dianggap sebagai pemborosan. Namun rupanya, data yang ada memperlihatkan, semakin…

Siap Jaga Stabilitas Harga Barang Pokok Menjelang Puasa

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan jajaran pemerintah terutama Kementerian Perdagangan siap menjaga harga dan ketersediaan barang kebutuhan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Pariwisata, Pencetak Devisa Cepat

Selain Tanjung Kelayang, pemerintah akan membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kawasan yang…

Ajang MotoGP: Manfaat Bagi Pariwisata Dan Olahraga

Presiden Jokowi menyebut ajang balap motor bergengsi MotoGP akan membawa dua kemanfaatan bagi Indonesia dari sisi olahraga dan pariwisata. "Kita…

Upaya Mendukung Penguatan Desa Adat di Bali

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan 1.000 persen mendukung dan siap membahas lebih lanjut inisiatif untuk memberikan alokasi anggaran bagi…