Ramadhan, Bisnis Kuliner Paling Potensial

Saat Ramadhan, biasanya banyak orang yang tidak ingin repot saat waktu berbuka atau waktu santap sahur, akibatnya membeli makanan jadi adalah solusinya.

NERACA

Bisnis kuliner dipercaya tidak akan pernah mati, apalagi pada saat-saat tertentu seperti momen Ramadhan yang sebentar lagi di jelang, apapun makanan yang di jual selalu saja menarik perhatian dan banyak di beli orang.

Akibatnya, membuka usaha kuliner kala Ramadhan, mampu memberikan keuntungan (profit margin) yang cukup tinggi, bahkan ada yang mengatakan keuntungannya di atas 50% dari hasil penjualan kotor. Tak heran jika tiap bulan selalu ada saja usaha kuliner (gerai/tresto) yang baru buka. bahkan, biasanya pada saat bulan puasa, banyak pemain baru bermunculan.

“Bukan hanya pemain baru saja tetapi juga pedagang musiman, karena apapun yang dijual saat Ramadhan pasti laku,” sebut bang Kodir pengelola Warung Cing Aji, di belahan barat Jakarta.

Ya, bisnis makanan adalah bisnis yang menjanjikan dengan tingkat perputaran uang yang sangat cepat juga denagn break event point yang juga cepat. Namun perlu diingat bahwa pada dasarnya bisnis restoran adalah mengenai makanan, jadi pengaturan tempat dan suasana adalah nilai tambah bagi sebuah usaha tempat kuliner.

Terdapat berbagai alasan kenapa bisnis kuliner (rumah makan) sering dijadikan pilihan dalam memulai usaha, antara lain dari sisi konsumennya, saat ini makan tidak hanya sekedar menjadi kebutuhan pokok saja, tetapi lebih dari itu makan sudah menjadi kegiatan wisata yang cukup menyenangkan.

Beberapa tahun belakangan, perkembangan usaha makan meningkat drastis, mulai dari pedagang kaki lima hingga pedagang makanan modern (restoran). Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata pendapatan pengusaha makanan dan minuman kaki lima dan rumahan berada diatas rata-rata upah minimum regional.

Jadi intinya, fakta tersebut mampu memberikan keuntungan bagi para pelakunya. Itu baru usaha kuliner kaki lima, lantas bagaimana dengan usaha kuliner yang sudah besar. Dapat dipastikan, hasilnya akan lebih banyak dari itu. Namun, tetap saja pemilik harus kreatif melihat perkembangan pasar. Kalau tidak, mungkin tidak akan berttahan lama.

Selain itu, kelebihan usaha ini tidak akan mengganggu kegiatan Anda yang lainnya. Umpamanya, Anda seorang karyawan. Anda tetap bisa menjalankan usaha kuliner ini sambil tetap bekerja di perusahaan dimana Anda bekerja sekarang

Apalagi bagi ibu-ibu rumah tangga, bagi mereka bisnis ini mungkin bisa lebih enak lagi. Ibu-ibu rumah tangga dapat merintis usaha mereka sendiri sebagai tambahan penghasilan dari suami misalnya. Selain itu, dengan membuka bisnis ini Anda juga akanmampu membantu program pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran.

Sebut saja, sebuah gerai memiliki 5 orang karyawan, kalau sepuluh gerai berapa jumlahnya, dan kalau lebih dari itu, dapat dibayangkan berapa banyakl penyerapan tenaga kerja yang bisa Anda lakukan.

Yang pasti, berbisnis kuliner mengharuskan Anda pintar membaca situasi dan kondisi yang sedang “in” saat ini. Seperti soal bumbu masakan, atau segala bentuk perlengkapan lainnya. Itu harus diperhatikan kalau ingin sukses mengelola bisnis ini.

Seperti misalnya, saat bulan Ramadhan menu apa saja yang harus dikreasikan agar mampu menarik pelanggan. Begitu juga saat Natal dan Tahun Baru, inovasi di segala bidang harus dilakukan. Selain itu, inovasi juga membuat restoran Anda berbeda dengan yang lainnya.

Dengan demikian, moment tersebut (Ramadhan, natal, dan Tahun Baru) dapat menjadi lahan emas bagi pengusaha kuliner. Tinggal bagaimana si empunya usaha mengemas dan memanfaatkan moment yang ada. Jika tidak, usaha yang dijalankan akan gagal.

Related posts