Transfer Pengetahuan dan Teknologi - JICT Kirimkan Karyawan Berikan Pelatihan di Pelabuhan Skala Internasional

Transfer pengetahuan dalam organisasi memegang peranan penting dalam implementasi knowledge management system (KMS). Teknologi informasi yang maju mendukung untuk dilakukannya sharing dan learning.

NERACA

Salah satu faktor penentu sukses tidaknya suatu KMS tergantung pada adanya transfer pengetahuan dalam organisasi. Transfer pengetahuan hanya bisa berjalan jika diintegrasikan dengan system kebijakan dalam organisasi tersebut. Kesadaran individual untuk melakukan sharing tidak akan muncul jika tidak ada pendukung dari organisasi.

Ya, sekarang ini, sulit memikirkan produk atau jasa yang tidak memerlukan kontribusi dan kerjasama yang bersumber dari berbagai pengetahuan.

Dalam kerjasama, tugas adalah berbagi pengetahuan yang cukup karena adanya interseksi bagian-bagian yang berbeda dalam organisasi sehingga setiap orang bisa memahami satu dengan lainnya dan membangun dari ide masing-masing.

Setiap pihak yang terlibat dapat mengambil peran sumber pengetahuan atau penerima pengetahuan pada waktu berbeda selama kolaborasi berlagsung

Berpijak dari hal tersebut, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan patungan antara Hutchison Port Holdings (HPH) dan Indonesia Port Corporation (IPC) mengirimkan karyawan untuk memberikan pelatihan di terminal petikemas skala international di Sohar, Oman dan Dar er Salam, Tanzania. Kedua terminal tersebut merupakan terminal petikemas yang dikelola oleh Hutchison Port Holdings Group (HPH).

Karyawan yang dikirimkan merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki keahlian dibidang operasional JICT dan akan memberikan pengalaman mereka kepada pegawai di pelabuhan Oman dan Tanzania.

Presiden Direktur JICT, Albert Pang mengatakan, pengiriman karyawan ke jaringan pelabuhan membuktikan bahwa karyawan JICT profesional dan berkualitas. Sebagai operator terminal petikemas terbesar di Indonesia, JICT memiliki sistem layanan dan teknologi terbaik yang menjadikan perusahaan sebagai salah satu operator petikemas terbaik di Asia.

“Pengiriman tenaga ahli JICT ke dua terminal international tersebut menjadi bukti bahwa kami memiliki standar layanan tinggi dan diakui di dunia. Kami berharap keahlian dan pengalaman karyawan JICT dapat disampaikan kepada koleganya di pelabuhan Oman dan Tanzania sehingga layanan dua pelabuhan dapat terus meningkat," kata Albert di Jakarta belum lama ini.

Karyawan JICT diberangkatkan pada 8 Juni 2014 hingga periode waktu sembilan bulan hingga satu tahun ke depan. Selama program berlangsung, mereka akan memberikan materi dan pengalaman operasional kepada karyawan pelabuhan di Oman dan Tanzania.

Sebagai perusahaan terminal peti kemas dengan standar pelayanan dunia, JICT terus berusaha meningkatkan kontribusinya dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik, dengan melakukantransfer of knowledgedantransfer of technologykepada sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Melalui peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur, JICT terus berusaha meningkatkan kapasitas layanan dan kemudahan bagi para konsumen di pelabuhan.

Dengan kualitas layanannya, JICT berhasil meraih sejumlah penghargaan sepertisebagai pemenang pertama untuk kategori terminal petikemas terbaik di Asia dengan produktivitas dibawah 4 juta TEUs (twenty-foot equivalent units) pada penghargaan Asian Freight and Supply Chain Award (AFSCA). JICT juga meraih penghargaan sebagai Terminal Petikemas Terbesar dan Paling Efisien di Indonesia pada penghargaan Indonesia National Shipowners Association (INSA) 2013.

Menurut Albert, JICT telah berhasil menyempurnakan sistem layanan di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah mengoperasikan JICT Autogate System (JAGS) di tahun 2013, pada bulan Maret 2014, JICT meluncurkan sistem pembayaran online terintegrasi yakni JICT online Billing and Payment System (JOBPAYS).

Penagihan dan pembayaran transaksi terminal secara online tersebut memungkinkan pelanggan untuk bertransaksi secara tepat waktu dan efisien. Sistem pembayaran tersebut terintegrasi dengan sistem manajemen container terminal terbaik di Asia saat ini “N-Gen” yang dibuat oleh Hutchison Port Holdings.

Sampai tahun 2013, JICT memiliki kapasitas sebanyak 3 juta TEUs. Diakhir tahun 2013 produktivitas kapal di JICT mencapai 184 gerakan perjam (move per hour) saat melayani MV MOL Dawn. Sementara produktivitas crane mencapai 58 gerakan ketika melayani kapal Hanjin Jebel Ali. Pencapaian itu merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah JICT.

Albert menambahkan, untuk meningkatkan kinerja JICT, tahun ini perusahaan telah mengalokasikan dana sebesar US$40 juta untuk investasi peralatan dan pembangunan pintu masuk (gate) baru yang terhubung dengan JORR yang akan dibangun menuju pelabuhan. Keberadaan automatic gate system baru ini akan melengkapi automatic gate system (JAGS) yang beroperasi.

BERITA TERKAIT

Saham CPRI dan HRME Masuk Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menetapkan saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) dan…

KKP Permudah Pelayanan Perijinan Pakan dan Obat Ikan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) percepat pelayanan perijinan pakan dan obat ikan. Ketentuan ini tercantum dalam Peraturan…

Komponen Pendukung dan TKDN AMMDes akan Ditingkatkan

NERACA Jakarta – Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan, dalam upaya perluasan pemanfaatan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pentingnya Peran Peneliti untuk Mitigasi Bencana

  Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sri Sunarti Purwaningsih menilai pentingnya peran peneliti dan…

Perlukah Fatwa Haram untuk Games PUBG?

      Games Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) semakin banyak menjadi perbincangan. Selain di kalangan anak muda yang gemar…

Pendidikan Swasta Perlu Diperkuat

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof Rhenald Kasali melihat laporan bank Dunia tentang indeks Modal Insani 2018 menguatkan…