Saham Tifico Fiber Dalam Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, BEI mempublikasikan informasi terakhir pada tanggal 19 Juni 2014. Pengumuman tersebut mengenai laporan kepemilikan saham yang sudah tercantum dalam website IDX. Terkait dengan kegiatan Unusual Market Activity yang dilakukan TFCO, BEI memberikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para investor.

BEI mengharapkan investor untuk memperhatikan jawaban dari TFCO atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja TFCO dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action TFCO apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. Selain itu, BEI menjelaskan, pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, pihaknya menegaskan tidak segan-segan mencabut keanggotaan bagi emiten yang bermasalah. Dijelaskan, dimana ancaman tersebut sesuai dengan peraturan yang ada. "Kasus-kasus yang ada karena secara umum menyelesaikan dengan peraturan yang berlaku termasuk mencabut keanggotaan bursa," ujarnya.

Ito mengatakan pencabutan tersebut juga berlaku bagi sekuritas yang nakal pula. "Tahun lalu dicabut satu. Karena itu, saya sampaikan penyelesaiaan spesifik tentunya semua kasus menyangkut efek sekuritas diselesaikan dengan peraturan berlaku," katanya. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga…

Dukung Penyebaran Saham - Berlina Berikan 12 Juta Saham Ke Karyawan

NERACA Jakarta – Dukung pertumbuhan investor di pasar modal, PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menerbitkan hak opsi grant 2 dalam…

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…