Alfamart Raup Laba Bersih Rp 569 Miliar

NERACA

Tangerang– Sepanjang tahun 2013, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menunjukkan peningkatan kinerja dengan membukukan laba bersih tumbuh 18,3% dari tahun sebelumnya, “Peningkatan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan bersih yang naik sebesar 28,4%, dibanding tahun sebelumnya yakni dari Rp27,2 triliun di 2012 menjadi Rp34,9 triliun di 2013," kata Presiden Direktur PT Alfaria Trijaya Tbk, Feny Djoko Susanto di Tangerang kemarin.

Disebutkan, laba bersih konsolidasi perseroan mencapai Rp569 miliar di 2013, pencapaian ini lebih besar 18,3% atau Rp88 miliar dibanding periode yang sama 2012. Berbagai capaian ini, kata Feny, juga tidak lepas dari konsistensi seluruh elemen baik karyawan tingkat pusat hingga cabang maupun toko. Selein itu berbagai program marketing dan layanan jasa turut memberikan sumbangsih terhadap pencapaian perseroan sepanjang 2013 secara keseluruhan.

Sepenjang 2013, perseroan terus berekspansi dengan membuka 1.494 toko baru dengan 460 toko di antaranya adalah waralaba. Dan selama 2013 perseroan juga telah menambah 3 pusat distribusi baru yaitu Jambi, Pekanbaru (Riau) dan Banjarmasin (Kalimantan Selatan).

Berbagai ekspansi yang telah dilakukan berimbas pada peningkatan jumlah aset perseroan yang meningkat dari Rp8,9 triliun di 2012 menjadi Rp11 triliun di akhir 2013 atau naik 22,6%. Dalam RUPST juga menyetujui jabatan Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Feny Djoko Susanto digantikan Anggara Hans Prawira.

Sebagai informasi, perseroan tahun ini berencana membuka gerai baru lagi di Filipina dengan menggandeng perusahaan logistik asal Filipina. Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Anggara Hans Prawira pernah bilang, rencana ekspansi ke Filipina masih di kaji dan diharapkan sebelum akhir tahun ini sudah bisa terealisasi,”Kita tengah mengkaji kerjasama dengan perusahaan logistik atau distribusi asal Filipinan, soal investasi belum bisa disebutkan angkanya,”ujarnya.

Dirinya menuturkan, kerjasama perseroan ini akan dilakukan melalui anak usaha, yakni Alfamart Ritel Asia Pte.Ltd yang berada di Singapura. Kata Anggara, alasan memilih kerjasama dengan Filipina karena negara tersebut memiliki potensi pasar yang menjanjikan dan memiliki kesamaan dengan Indonesia.

Kendatipun demikian, dia belum mau menyebutkan perusahaan asal Filipina yang bakal menjadi mitra kerjasama Alfamart. Hanya saja, dia menuturkan, kerjasama tersebut akan berupa pembentukan perusahaan patungan dengan mayoritas kepemilikan saham masih dari perusahaan Filipina,”Kepemilikan saham mayoritas masih dari mereka karena mereka yang tahu medannya, kita hanya akan suplai sistem operasionalnya,”ungkapnya.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp 1,8 triliun hingga Rp 2 triliun untuk membuka gerai sebanyak 1200 gerai. Dimana sumber pendanaan belanja modal tersebut masih didominasi pinjaman bank atau penerbitan obligasi sebesar 70% dan sisanya dari kas internal. Tercatat dari target pembukaan gerai tersebut, baru terealisasi 288 gerai di kuartal pertama.

Sebagai informasi, hingga Maret 2014, jumlah gerai yang dimiliki perseroan sebanyak 8.854 gerai yang tersebar di 16 provinsi dan 350 kota atau kabupaten. Selain itu, perseroan juga menerbitkan obligasi dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 2 triliun. Rencananya, dana hasil penerbitan obligasi ini sebesar 75% akan digunakan untuk bayar utang dan sisanya 30% untuk modal kerja. (bani)

Related posts