Perlu Alternatif Investasi - Selain Perbankan

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro mengatakan, perlu alternatif bagi masyarakat Indonesia dalam investasi jangka panjang, khususnya untuk masa pensiun.

"Orang Indonesia terbiasa menggunakan perbankan untuk keperluan jangka pendek dan panjang, sehingga tidak mencari alternatif," kata Legowo di Jakarta, Rabu (25/6).

Dia mengatakan pilihan masyarakat untuk investasi di perbankan tidak bisa disalahkan karena suku bunga yang ditawarkan cukup tinggi. Dia mengatakan, sejak diluncurkan reksa dana tahun 1996, hingga saat ini sudah mengalami perubahan yaitu bertambahnya pemahaman masyarakat mengenai investasi jenis tersebut.

"Kami tidak bisa menyalahkan masyarakat (investasi di perbankan) karena suku bunga tinggi dan mereka tidak bertindak apa-apa namun bisa untung," ujarnya.

Legowo menjelaskan, masyarakat Indonesia banyak yang melakukan investasi dengan membeli emas dan tanah namun tidak memisahkan dananya untuk saat ini dan masa depan.

Berdasarkan survei MAMI Tahun 2013, 50% pengeluaran masyarakat Indonesia dihabiskan untuk makanan dan sisanya untuk pendidikan, transportasi, kebutuhan rumah tangga, kesehatan, dan perumahan.

"Di negara maju, pengeluaran terbanyak untuk pendidikan, transportasi, makanan, perumahan, pensiun, dan keamanan sosial," ujarnya.

Dia menambahkan, MAMI saat ini fokus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pasar modal dan reksa dana. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

Pertumbuhan Lambat Perbankan Syariah Di Kalbar

  NERACA Pontianak – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, Mochamad Riezky F Purnomo, mengatakan pertumbuhan perbankan syariah…

Atasi Defisit, Perjanjian Dagang Perlu Digalakkan

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan pembahasan dan perundingan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara lain untuk melesatkan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…