Toko Buku Karisma Bidik Dana Rp 330 Miliar - Rencanakan Go Public

NERACA

Jakarta – Selain Toko Gunung Agung sebagai emiten bidang penjualan buku yang sudah listing di pasar modal, rencananya akan ada lagi calon emiten yang bergerak dibidang yang sama bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, Toko Buku Karisma berniat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Adapun dana yang diincar dari IPO tersebut mencapai Rp330 miliar,”Toko Buku Karisma akan melangsungkan IPO dengan memakai buku keuangan Maret tahun ini. Jika berjalan lancar, perusahaan itu berencana listing di Bursa di semester II tahun ini,”ujarnya di Jakarta, Rabu (25/6).

Menurut Hoesen, perusahaan toko buku ini memiliki ekuitas sekitar Rp200 miliar hingga Rp300 miliar. Dalam aksi IPO-nya nanti, Toko Buku Karisma akan dibantu oleh beberapa penjamin pelaksana emisi (underwriter). Adapun persentase saham baru yang bakal dilepas oleh Toko Buku Karisma ke publik nanti diperkirakan sekitar 30% dari modal dasar dan disetor perusahaan.

Disebutkan, salah satu penjamin emisinya adalah PT BCA Securities. Sebagai informasi, Karisma adalah jaringan toko buku yang telah memiliki banyak cabang di Indonesia. Jaringan toko buku ini berdiri pertama kali pada tahun 1996. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk buku, alat tulis, kebutuhan sekolah dan majalah. Kini terdapat lebih dari 11.300 judul buku dan majalah tersedia dengan harga bersaing, untuk memenuhi kebutuhan konsumen sehari-hari.

Saat ini Toko Buku Karisma memiliki lebih dari 55 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Mulai dari Medan sampai Sentani (Papua). Perkembangan toko buku ini sangat pesat karena didukung oleh jaringan penerbitan sendiri dan penerbit-penerbit dari perusahaan lain.

Asal tahu saja, dengan adanya Toko Buku Kharisma ini, maka total perusahaan di pipeline BEI yang akan IPO sebanyak tujuh perusahaan. Enam perusahaan lainnya menggunakan laporan keuangan Desember 2013. Mereka adalah PT Chitose International, PT Mitrabara Adiperdana, PT Magna Finance, PT Bank Dinar Indonesia, PT Bank Agris, dan PT Batavia Prosperindo International.

Keenam perusahaan ini harus mendapat pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat akhir Juni 2014. Jika tidak, maka masa berlaku laporan keuangan yang menjadi dasar valuasi perseroan akan hangus. Lebih lanjut, Hoesen bilang pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah perusahaan lain yang berencana menggelar IPO,”Sektornya angkutan logistik, perusahaan pembiayaan, dan konsumer," kata dia.

Namun, dia masih belum mau mengungkapkan identitas perusahaan yang dimaksud. Hoesen optimistis, target untuk mendatangkan 30 perusahaan baru ke papan pencatatan BEI bisa terlaksana. Sepanjang 2014, BEI sudah kedatangan 12 emiten baru. Adapun, total nilai penjaringan dana mencapai Rp 3,95 triliun. (bani)

Related posts