Fortune Incar Pendapatan Rp 450 Miliar

NERACA

Jakarta – Kendatipun pergerakan harga saham PT Fortune Indonesia Tbk masih disuspensi atau dihentiken sementara oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, kondisi ini tidak membuat perseroan ciut memasang target pendapatan lebih agresif.

Bahkan, ditahun politik saat ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp450 miliar,”Total dari target pendapatan kami sebanyak Rp450 miliar," kata Director PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), Muljadi Sulaeman di Jakarta, Rabu (25/6).

Muljadi mengatakan kontribusi pendapatan perseroan yang menjadi katalis masih bisnis periklanan. Sebab mayoritas dari sektor tersebutlah yang mendorong terciptanya pendapatan tahun ini. "Kontribusinya dari bisnis periklanan sebanyak 80%," kata Muljadi.

Sisanya lanjut Muljadi berasal dari public relation yang sebesar 20%. Perseroan pun masih optimis bisnis pada tahun ini akan tetap positif. "Kita akan memperoleh net profit sebanyak Rp12,5 miliar tahun ini," jelasnya. Selain itu, dirinya menilai suspensi BEI terhadap saham Fortune menjadi yang terbaik. Alasannya, gejolah politik yang masih belum memberikan kepastian memberikan dampak yang berarti bagi kinerja perseroan.

Kata Muljadi Sulaeman, pilihan tersebut akibat adanya gejolak harga pasar. Dimana gejolak pasar sendiri terjadi karena pelaku pasar yang menggerakan. Asal tahu saja, BEI melakukan suspensi saham FORU beberapa waktu pada perdagangan sesi pertama. Suspensi dilakukan, karena telah terjadi peningkatan aktivitas transaksi dan harga komulatif yang signifikan sebesar Rp461 atau 154,18%. BEI mencatat tren tersebut dari harga penutupan Rp199 pada 10 April 2014 menjadi Rp760 pada 6 Mei 2014.

Sebelumnya, BEI juga pernah mensuspensi saham perseroan. Hal ini dilakukan juga karena saham perseroan telah mengalami peningkatan aktivitas transaksi dan harga komulatif sebesar Rp321 atau 107,3% dari harga penutupan Rp299 pada tanggal 10 April 2014 menjadi Rp620 pada 25 April 2014.

Kemudian soal politik menjelang pemilihan presiden, kata Muljadi, tidak mempengaruhi kondisi saham perseroan. "Namun itu berita yang mengerakkan pasar, nggak ada pengaruhnya berita yang digerakan pasar, kita pasti ada rezeki,”tuturnya.

Dirinya pun mengakui, pemilu ada dampak ke perseroan, setidaknya dampak pemilu bagi percetakan spanduk dan iklan dan sejenisnya mampu memberikan kontribusi meskipun tidak banyak,”Sekitar 5%, nggak banyak. Nggak kayak dulu aturannya. Kita nggak lihat partai jor-joran, karena partai pakai media sendiri,”tandasnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebanyak Rp5 miliar pada tahun 2014. Diman sumber belanja permodalan tersebut akan berimbang. Sebagian berasal dari kas internal dan sisanya dari pinjaman perbankan,”Sumber berasal dari cash flow sebagian dan ada dari pinjaman juga sisanya. Porsinya 50:50,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut Muljadi, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk keperluan pembuatan digital. Sebagai perusahaan yang lebih banyak ke periklanan, IT menjadi pendukung kinerja perseroan,”Alokasi anggaran belanja modal lebih banyak digital komputer," tambahnya. (bani)

Related posts