Inkubator IKM Bioteknologi Cetak Wirausaha Baru - Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian

NERACA

Gorontalo - Kementerian Perindustrian mendukung peningkatan produktivitas hasil pertanian dan mendorong pemanfaatan bahan baku lokal dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah. Wakil Menteri Perindustrian, Alex SW Retraubun mengatakan tujuan pengembangan Inkubator Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis inovasi bioteknologi (Inkubator IKM POC) akan memberikan beberapa manfaat.

"Terwujudnya hilirisasi industri bioteknologi yang mendukung kemandirian (desa industri mandiri) melalui kegiatan industri berbasis bioteknologi yang terintegrasi meliputi industri hulu, industri antara dan industri hilir serta mendorong terciptanya wirausaha baru di bidang IKM berbasis bioteknologi," ujar Alex saat meresmikan rumah produksi dan inkubator IKM pupuk organik cair di Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Rabu (25/6).

Lebih lanjut Wamenperin mengatakan kegiatan ini akan meningkatkan nilai tambah petani dan peternak melalui pengguna produk IKM berbasis bioteknologi dalam bentuk peningkatan produksi dan efisiensi biaya pupuk.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah mengungkap program itu dimaksudkan untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan masih rendah, dan dilatarbelakangi oleh masih banyak potensi desa yang belum didayagunakan secara optimal, rendahnya kualitas sumber daya manusia di pedesaan, rendahnya aksesibilitas masyarakat pedesaan dalam memperoleh pelayanan dasar untuk mengembangkan usaha ekonomi seperti sumber pembiayaan, informasi, dan teknologi, terbatasnya infrastruktur yang mendukung pengembangan desa.

“Pengembangan Desa Industri Mandiri dengan tujuan menyelesaikan persoalan kebutuhan dasar warganya dengan mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi sumber daya ekonomi (perikanan, pertanian, peternakan, perikanan, industri kecil dan lain-lain), sosial, dan lingkungan hidup untuk kesejahteraan masyarakatnya secara mandiri," jelas Euis.

Lebih jauh lagi Euis memaparkan pemanfaatan bioteknologi untuk mendukung ketahanan pangan yang memiliki peran besar dalam membangun ketahanan pangan nasional mulai dari hulu hingga hilir. Aplikasi bioteknologi di mulai dari proses produksi bahan pangan di lahan yang ditujukan untuk menghasillkan bahan pangan dalam kuantitas dan kualitas tinggi.

"Bioteknologi dapat melibatkan mikroba atau agen biologi tertentu untuk meningkatkan produktivitas hasil panen sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa tersebut," jelasnya.

Untuk itu, ujar Euis Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan pangan berbasis bioteknologi. Potensi pangan lokal Indonesia yang saat mulai banyak digali diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan Indonesia. Upaya pengkajian, pengembangan, serta promosi yang terintegrasi dan berkelanjutan diharapkan terus dilaksanakan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Related posts