BI : Juni-Juli Inflasi Bakal Tinggi

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Juni2014 akan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kemudian inflasi Juli pun diproyeksikan akan lebih tinggi dibandingkan Juni. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi menyebutkan inflasi di Indonesia memang sudah membentuk pola yang tetap setiap tahunnya, biasanya jelang puasa dan lebaran inflasi bakal merangkak naik.

"Inflasi memang belum bisa kita ubah polanya. Sebulan sebelum lebaran, inflasi meningkat. Waktu lebaran stabil, dan jauh lebih rendah sebulan setelah lebaran. Ini pola yang kita terima," papar Doddy di Jakarta Pusat, Rabu (25/06).

Salah satu penyebab utama inflasi di Indonesiajuga masih dalam kendala yang sama, adalah bahan makanan. Ada sejumlah komoditas yang sangat berpengaruh yaitu daging (ayam dan sapi), bumbu-bumbuan (cabai dan bawang). serta beras. "Ketiga ini yang menggerakan inflasi, dan initinya kebutuhan pokok yang menjadi pemicunya. Karena hukum ekonomi, permintaan tinggi, harga merangkak naik," ujarnya.

Adapun daerah-daerah penyumbang inflasi biasanya sambung Doddy di Jawa ada lima kota besar penyumbang inflasi: Depok (Jawa Barat), Bekasi (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Bogor (Jawa Barat), dan Semarang (Jawa Tengah).

"Di Sumatera, kota yang mencatat inflasi tinggi selama Ramadan adalah Pangkalpinang dan Bengkulu. Di Kawasan Timur Indonesia, yang mencatat inflasi tertinggi adalah Samarinda dan Balikpapan," ujar.

Menurut data BI, dua kota besar di Jawa penyumbang inflasi pada Ramadan yaitu Depok dan Bekasi. Secara rata-rata, inflasi Depok mendekati 1,6% dan di Bekasi mendekati 1,4%.

Di Samarinda, angka inflasinya nyaris menyentuh angka 1,9% dan di Balikpapan, angkanya pun sama, hampir menyentuh 1,9%. Di Pangkalpinang, angkanya hampir mendekat 1,8% dan di Bengkulu hampir menyentuh 1,8% juga.

Untuk itu, dia memperkirakan inflasi pada Juni berkisar antara 0,3-0,4%, lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 0,16%. Sedangkan untuk Juli, BI memperkirakan inflasi di angka lebih dari 0,4% tetapi di bawah 1%.

"Jadi inflasi bulan Juni diprediksi 0,3-0,4%. Pantauan survei ke arah sana. Memang polanya masih konsisten dan sejauh ini masih normal," kata Doddy.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Urusan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sartono, menambahkan bahwa ia telah memantau pola inflasi daerah selama Ramadan dan hari raya di kota-kota tersebut.

"Kami ambilsample,ternyata mereka punya pola inflasi yang berbeda. Di Depok, barang-barang komoditas harus lewat Jakarta, terus masuk ke Depok. Kalau di Samarinda, yang ada masalah transportasi," kata Sartono. [agus]

Related posts