Investor Bursa di Medan Baru 1.228 Orang

Dalam rangka meningkatkan partisipasi investor lokal di pasar modal, Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Bursa Efek Indonesia Perwakilan Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada tahun ini menggelar pelatihan gratis dalam beberapa gelombang,”Mulai Juni hingga November 2014 ini, sekolah atau pelatihan pasar modal gratis kembali digelar setiap bulan dengan peserta 30 orang per gelombang," kata Kepala PIPM Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan, M Pintor Nasution di Medan, Rabu (25/6).

Dia menuturkan, tujuan penyelenggaraan pelatihan pasar modal gratis itu untuk meningkatkan jumlah investor baru di Sumut yang tahun ini ditargetkan sebanyak 2.000 orang di tengah aksi "wait and see" investor di bursa karena menunggu pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden atau Pilpres 2014.

Dirinya berharap, dengan pelatihan gratis itu masyarakat semakin memahami seluk beluk berinvestasi melalui instrumen saham atau obligasi. Dengan semakin paham maka diharapkan jumlah investor di Sumut terus bertambah karena potensinya juga cukup besar, “Dari 2.000 investor baru yang ditargetkan tahun ini, hingga Mei kemarin baru mencapai 1.228 orang yang termasuk didalamnya kalangan mahasiswa,”ungkapnya.

Disebutkan, angka tersebut baru mencapai 61,40% atau masih tau dari target dank arena itu, pihak PIPM Medan harus bekerja keras lagi. Adapun total jumlah investor Sumut termasuk yang baru sebanyak 1.228 orang itu, sudah mencapai 18.890 orang.

Diakuinya, jumlah investor tersebut i masih belum maksimal dibanding jumlah warga dan potensinya cukup besar sehingga PIPM terus berupaya mendorong minat warga untuk berinvestasi di pasar modal. Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V, Achmad Fauzi mengatakan, OJK juga melakukan edukasi tentang pasar modal dan investasi lainnya serta meningkatkan pengawasan,”Dengan edukasi dan pengawasan diharapkan masyarakat tidak lagi hanya berinvestasi di bank saja. Masyarakat harus meningkatkan investasi di banyak instrumen seperti pasar modal yang sudah sangat berkembang di masyarakat internasional," katanya

Dirinya berharap, dengan menebar investasi di banyak instrumen, maka nasabah juga terhindar dari risiko kerugian yang lebih besar jika satu instrumen kurang menguntungkan. (ant/bani)

Related posts