Mendesain Hunian Dengan Konsep Hijau

Dampak perubahan iklim memang sangat beragam, salah satunya ialah kesehatan. Kesehatan memang menjadi suatu hal yang sangat penting, namun kita pun dihadapkan oleh permasalahan yang cukup besar yaitu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan ini sangatlah berpengaruh sekali kepada keberlangsungan kehidupan dibumi dan otomatis mempengaruhi kesehatan manusia.

Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan sendiri disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab seperti penebangan pohon ilegal atau pembuangan limbah hunian tangga juga limbah pabrik yang sembarangan. Hal ini semua menjadi permasalahan kita bersama. Hunian kini menjadi salah satu tempat dimulainya mengurangi dampak perubahan iklim, salah satunya dengan hunian berwawasan lingkungan atau dengan rumah hijau.

Berhasil atau tidaknya program bangunan berkelanjutanyang dicanangkan pemerintah ditentukan oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya individu masyarakat yang menerapkannya dalam pergaulan hidup sehari-hari. Penerapan bangunan berkelanjutan adalah belajar melestarikan kearifan lokal dan budaya leluhur.

Penerapan konsep bangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan sebetulnya mudah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara becermin pada nenek moyang yang bisa menerapkan dengan konsep sederhana. Indonesia sebagai negara yang memiliki kearifan lokal telah mengadopsi paradigma dan pendekatangreen buildingsejak masa lampau. Tanpa sadar, kita sudah memiliki apa yang kita disebut sekarang sebagai bangunan yang respon terhadap iklim,

namun standarisasi baru ada saat ini. Jika berbicara mengenaigreen building, maka hal itu tidak dapat dipisahkan dengan yang namanya kesehatan. Green buildingmerupakan cara untuk membangun kesadaran pentingnya bangunan hijau sehingga pada akhirnya sebagai jaminan kesehatan bagi pemiliknya. Jadi sebenarnya yang diinginkan konsumen adalah hidup sehat.

Green building sendiri bertujuannya untuk kesehatan kita dan tentunya untuk generasi masa depan. Kalau sehat, kita bisa bekerja, sehingga memilikieconomic value. Ada 6 aspek penting yang harus diterapkan untuk mewujudkan konsepgreenini. Tentunya, tidak hanya terbatas sebagai tanggung jawab pihak perusahaan dan pengembang, namun, juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat dalam merencanakan pembangunan tempat tinggalnya.

Enam aspek yang diterapkan baik di bangunan perkantoran atau hunian itu meliputi penataan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, penghematan dan diversifikasi sumber daya energi, konservasi sumber daya air untuk menjamin keberlanjutan penyediaan air bersih, pemilihan material yang memiliki daur hidup ramah lingkungan, peningkatan kesehatan dan kenyamanan dalam ruang yang sehat dan nyaman, serta pengelolaan sistem bangunan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hal-hal yang diperlukan dalam mewujudkan konsep ini yang terkadang sering terlupakan. Yang perlu dilakukan kontrol kinerja bangunan, operasional dan perawatan bangunan, efisiensi penggunaan sumber daya, kesehatan pengguna, produktivitas bangunan dan pengguna, kontrol limbah bangunan, dan penerapan perangkat penilaian.

Konsepgreen buildingdapat mulai dilakukan dengan sikap dan perilaku sederhana, seperti mematikan lampu ketika tidak menggunakan dan perilaku sederhana lainnya. Kuncinya adalah kepedulian.Green buildingtidak bicara hanya struktur yang bagus atau mewah saja, tetapi jika kita bisa menggunakan energi sebaik mungkin, itulah yang dimaksudgreen.

Related posts