PPA Finance Terbitkan MTN Rp 20 Miliar - Perkuat Modal Lini Usaha

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan industri multifinance, memaksa perusahaan untuk berlomba lomba meningkatkan likuiditas dalam menunjang ekspansi bisnis. Langkah inilah yang dilakukan PT PPA Finance dengan menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp20 miliar guna mengembangkan usahanya dalam bidang pembiayaan penyediaan barang modal, anjak piutang dan konsumen.

Direktur Utama PPA Finance, Renny O. Rorong, menuturkan MTN akan terbagi dalam tiga seri A sebesar Rp50 miliar terbit Selasa, 24 Juni 2014, seri B sebesar Rp50 miliar akan terbit Juli, dan seri C sebesar Rp100 miliar pada Agustus 2014,”Dalam penerbitan MTN ini, PPA Finance bekerja sama dengan AAA Securities yang bertindak sebagai arranger, PT Danareksa Investment Management sebagai Manager Investasi dan Bank Bukopin sebagai Wali Amanat,”kata Reny dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (24/6).

Diakuinya, PPA Finance saat ini tumbuh secara signifikan dengan pendapatan bisnis perusahaan yang meningkat setiap tahunnya melebihi pertumbuhan pasar pembiayaan di Indonesia yang rata-rata tumbuh sebesar 23% per tahunnya.

Sebagai anak perusahaan PT PPA (Persero), PPA Finance memiliki akses ke pasar perusahaan-perusahaan BUMN atau proyek-proyek yang melibatkan BUMN, utamanya dalam mendukung program revitalisasi dan/atau sinergi BUMN,”Didukung integritas dan kompetensi para profesionalnya, PPA Finance akan semakin meningkatkan nilainya dan tumbuh berkesinambungan," tuturnya.

Sebagai informasi, tahun ini industri multifinance diperkirakan pertumbuhan berjalan lambat. Head of Research PT BNI Securities Norico Gaman pernah bilang, pada tahun ini industri multifinance diperkirakan akan mengalami pelemahan dibandingkan dengan kinerjanya pada tahun lalu. Hal ini disebabkan kenaikan suku bunga BI di 2013 hingga ke level 7,5% dan tidak menutup kemungkinan naik lagi hingga ke level 8,0% pada 2014,”Hal tersebut akan mendorong kenaikan suku bunga kredit perbankan sehingga berdampak pada kenaikan bunga kredit di lembaga multifinance yang lebih tinggi," ujar Norico.

Kenaikan suku bunga kredit yang tinggi akan menghambat daya beli konsumen, terutama terhadap produk-produk seperti otomotif, properti, dan peralatan elektoronik. Kondisi ini berdampak terhadap rendahnya permintaan kredit pada multifinance,”Perusahaan multifinance akan berusaha melakukan efisiensi agar dapat menjaga marjin keuntungan di tengah-tengah melambatnya pendapatan dari kredit konsumen," katanya.

Pada 2014 kinerja industri multifinance diperkirakan akan mengalami pelemahan dibandingkan pada kinerjanya pada tahun 2013 lalu. Perusahaan multifinance akan berusaha melakukan efisiensi agar dapat menjaga marjin keuntungannnya di tengah-tengah melambatnya pendapatan dari kredit konsumen. (bani)

BERITA TERKAIT

Tiket.com Luncurkan Fitur Smart Refund - Perkuat Branding

NERACA Jakarta – Dalam rangka inovasi pelayanan kepada konsumen dan juga perkuat branding, perusahaan ecommerce Tiket.com meluncurkan fitur smart refund…

Industri Logam Masih Jadi Andalan Pertumbuhan - Dunia Usaha

NERACA Jakarta - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan industri masih bisa terjaga, karena ditopang dari beberapa pertumbuhan industri seperti…

Anak Usaha BMTR Raih Pinjaman US$ 153 Juta

Anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR), yaitu PT MNC Kabel Mediacom (MKM) baru saja mendapat fasilitas pinjaman. Dana pinjaman…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…