Penjualan Sentul City Capai Rp 811,2 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) mencatatkan marketing sales sampai dengan akhir bulan Mei 2014 sebesar Rp811,2 miliar atau naik 0.68% dari periode yang sama 2013, “Apabila melihat performa marketing sales perseroan dari sejak awal tahun, perseroan memang agak tertinggal dalam mengejar performa marketing sales kumulatif tahun 2013,”kata Investor Relations Sentul City Michael Tene di Jakarta, kemarin.

Dia mengungkap, hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor, salah satunya faktor eksternal yakni suasana pemilu di Indonesia. Menurut dia, tahun pemilu membuat sebagian investor menahan diri dari berinvestasi pada asset jangka panjang seperti properti,”Namun, meskipun begitu Sentul City berhasil secara bertahap menutup gap marketing sales kumulatif tahun 2014 dan berhasil melampaui performa Mei 2013 pada bulan Mei 2014,”ungkapnya.

Dia melanjutkan, dengan mempertimbangkan pemilu presiden yang kemungkinan besar akan berjalan satu putaran, perseroan yakin bahwa trend positif ini dapat dipertahankan dan target marketing sales 2014 sebesar Rp2,5 triliun dapat dicapai di akhir 2014.

Dia menyampaikan, strategi yang dilakukan untuk mencapai target tersebut dengan terus melakukan pembangunan fasilitas dan infrastruktur untuk mendukung growth penjualan. Selain itu, pihaknya juga berencana akan membuka kantor perwakilan penjualan di Jakarta, serta meningkatkan kegiatan promosi atau komunikasi di Jakarta,”Tahun ini perseroan juga telah mempersiapkan beberapa produk baru dari berbagai segmen, itu juga untuk mencapai target marketing sales,”ujarnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 trilliun. Belanja modal itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, residential, fasilitas dan high rise. ‪Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk, Andrian Budi Utama pernah bilang, perseroan pada tahun ini akan melakukan pengembangan, seperti menambah pasar Ah Poong II dan factory outlet, membangun CBD Mix Building dan lainnya.

Menurut dia, total kawasan untuk pembangunan CBD Mix Building kurang lebih sekitar 25 hektar (ha) dan akan diselesaikan dalam waktu lima tahun ke depan dengan investasi sebesar Rp10 triliun. Andrian menjelaskan, pembangunan proyek Central Bussines District (CBD) ini akan dikerjakan secara bertahap. Menurut dia, aksi ini merupakan salah satu strategi perseroan untuk mendongkrak penjualan dari segmen pendapatan berulang.

Hingga kini, perseroan berhasil membangun infrastruktur di wilayah tersebut. Proses groundbreaking ditargetkan dimulai pada kuartal I tahun ini. Nantinya di proyek ini, dia menuturkan, akan berdiri beberapa apartemen, pusat pembelanjaan, hotel dan fasilitas pendukung lainnya. Perseroan juga berencana mendirikan rumah sakit dan sarana pendidikan. “Tahun ini kami berencana akan menambah empat hotel baru untuk mendorong pertumbuhan pendapatan secara positif,” tutur dia.

Sementara untuk mengembangkan pasar Ah Poong II, perseroan akan menggelontorkan investasi sekitar Rp35 miliar. Menurut Andrian, Pasar Ah Poong II akan menjadi pusat kuliner terbesar dengan total sekitar 2.000 tempat duduk.

Dia menambahkan, perseroan akan tetap fokus pada pengembangan di area Sentul dan juga Serpong Natura. “Kami juga sedang mempertimbangkan beberapa opportunity ekspansi untuk mendukung growth strategy company,” kata dia. (bani)

Related posts