Asahimas Bagikan Dividen Rp 34,72 Miliar

NERACA

Jakarta – Produsen kaca, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) membagikan dividen sebesar Rp34,72 miliar pada 24 Juli 2014. Emiten yang memproduksi keramik tersebut, membagikan dividennya berasal dari sekitar 10,26% laba bersih tahun 2013 yang mencapai Rp338,36 miliar. Dividen tunai tersebut setara dengan Rp80 per lembar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseroan menggunakan laba bersih tahun 2013 untuk dana cadangan dan laba ditahan. Adapun dana cadangan sebesar Rp3,5 miliar dan sisanya adalah untuk laba ditahan sebesar Rp300,14 miliar. Sementara untuk Cum Dividen dan Ex Dividen di pasar reguler maupun pasar negosiasi dijadwalkan pada tanggal 11 dan 14 Juli 2014. Sedangkan Cum Dividen dan Ex Dividen di pasar tunai pada tanggal 16 dan 17 Juli 2014.

Asal tahu saja, belum lama ini perseroan telah melakukan pelunasan pembayaran kepada PT Kalihurip Indah Makmur sebesar US$1,26 juta sebagai realisasi pekerjaan pengembangan lahan (land development) pabrik milik produsen kaca itu.

Sekretaris Perusahaan PT Asahimas Flat Glass Tbk, Rusli Pranadi pernah bilang, pekerjaan land development tersebut dilakukan di atas tanah milik perseroan seluas 60 hektare yang terletak di Desa Tamelang, Kalihurip dan Purwasari, Kecamatan Cikampek, Karawang, Jawa Barat, “Jumlah investasi untuk land development itu mencapai US$14,4 juta,”ujarnya.

Menurutnya, transaksi tersebut bersumber dari kas internal perseroan dan tidak akan berpengaruh terhadap operasional Asahimas. Saat ini, Asahimas memiliki tiga pabrik kaca yang berlokasi di Jakarta, Sidoarjo, dan Cikampek. Pabrik di Jakarta khusus memproduksi kaca lembaran dan kaca interior dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 ton per tahun.

Pabrik Asahimas di Sidoarjo juga memproduksi kaca lembaran. Kapasitas produksinya lebih besar ketimbang di Jakarta, yaitu 300.000 ton per tahun. Dengan demikian, total kapasitas produksi kaca lembaran sebesar AMFG sebanyak 570.000 ton per tahun. Nah, pabrik Asahimas yang ada di Cikampek menggunakan 50.0000 ton kaca lembaran untuk memproduksi kaca otomotif. Pabrik ini mampu memenuhi kebutuhan kaca bagi 1,3 juta unit mobil per tahun.

Selain itu, perseroan juga sudah memproyeksikan belanja modal tahun ini berkisar US$ 5 juta - US$ 6 juta, turun 78% dibanding tahun lalu US$ 28 juta. Disebuutkan, penurunan belanja modal itu terjadi karena tidak adanya rencana ekspansi signifikan yang akan dilakukan perseroan pada tahun ini. "Perseroan hanya akan mengalokasikan US$ 5 juta - US$ 6 juta untuk belanja modal tahun ini sebagai belanja modal rutin seperti untuk penggantian dan perbaikan mesin dan tidak ada rencana ekspansi besar," kata Rusli Pranandi. (bani)

Related posts