Wika Realty Lanjutkan Pembangunan dan Pemasaran Perumahan Sederhana

NERACA

Jakarta – PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., akan melanjutkan pembangunan dan pemasaran dua proyek perumahan sederhana yang dimilikinya yakni Tamansari Manglayang Regency dan Tamansari Pelabuhan Ratu. “Selain membangun proyek properti komersial untuk masyarakat kelas menengah atas, Wika Realty juga serius membangun proyek perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni berupa rumah sederhana tapak (RST). Dan kami akan segera melanjutkan pembangunan dan pemasarannya agar lebih cepat terserap pasar,” ujar Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama PT Wika Realty. Kedua perumahan tersebut akan dipasarkan dengan harga yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Perumahan Tamansari Manglayang Regency berlokasi di Desa Cinunuk, Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dikembangkan sejak tahun 2001 dengan luas lahannya 462.600 m2. Dari total rencana 2.943 unit yang akan dibangun, saat ini sudah berhasil terjual 2.858 unit. Ada beberapa tipe rumah yang telah dipasarkan dan dibangun, antara lain tipe 22/60, 36/72, 45/105, 54/126, 70/153 m2. Perumahan Tamansari Manglayang Regency dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang antara lain sarana ibadah, lapangan volley, taman bermain, dan lahan untuk sekolah.

Sementara Perumahan Tamansari Pelabuhan Ratu berlokasi di Kota Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, dikembangkan sejak tahun 2007. Luas lahannya 577.320 m2. Dari rencana total 3.268 unit yang akan dibangun, saat ini sudah terjual 568 unit. Ada beberapa tipe rumah yang dipasarkan dan dibangun, antara lain tipe 22/72, 27/72, 36/72, 36/84 dan 45/120 m2. Perumahan Tamansari Pelabuhan Ratu dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang antara lain taman bermain dan sarana ibadah.

Budi Saddewa mengatakan, Wika Realty sebagai BUMN dituntut bisa menghasilkan profit sekaligus juga berperan sosial. Oleh karena itu Wika Realty saat ini masih konsisten membangun hunian murah bagi kalangan MBR. Selain itu, Wika Realty juga ingin mematuhi peraturan tentang Hunian Berimbang. Meskipun diakui Budi, tidak mudah mencari lahan yang cocok dikembangkan menjadi perumahan RST yang bisa dibeli oleh MBR melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pasalnya harga lahan semakin melambung tinggi.

”Tanah merupakan masalah utama yang mengganjal dalam pembangunan rumah bagi MBR, disamping itu masalah kenaikan harga material juga merupakan kendala dalam pembangunan perumahan RST. Oleh karena itu Wika Realty berharap pemerintah bisa menyediakan tanah dan mengendalikan harga material untuk pembangunan rumah bagi MBR sehingga Wika Realty bisa semakin banyak membangun rumah murah,” kata Budi.

Sementara untuk menjalankan ketentuan Hunian Berimbang, Wika Realty, kata Budi, belum bisa menjalankannya dalam satu lokasi yang sama. Tapi masih pada area yang mungkin dikembangkan, hanya saja tidak berada dalam satu lokasi.

Related posts