Bergerak Fluktuasi, IHSG Rawan Koreksi

NERACA

Jakarta – Ditengah terkoreksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, justru sebaliknya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore, ditutup menguat 20,111 poin (0,42%) ke level 4.862,240. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 2,100 poin (0,26%) ke level 819,962,”Kembalinya dana asing ke pasar saham domestik mendorong penguatan IHSG BEI, kondisi itu menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan ke depannya," kata analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya di Jakarta, Senin (24/6).

Dalam data perdagangan BEI, pelaku pasar saham asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp139,805 miliar pada Selasa. Kendati demikian, lanjut dia, fluktuasi indeks BEI masih belum lepas dari fase konsolidasi sehinga penguatannya masih cenderung dalam jangka pendek.

Berikutnya, pada perdagangan Rabu, indeks BEI diproyeksikan akan bergerak menguat di kisaran

4.834-4.898 poin. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Astra International (ASII), Kalbe Farma (KLBF), Bank Central Asia (BBCA), Unilever (UNVR), Kimia Farma (KAEF), Nippon Indosari Corpindo (ROTI).

Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, harga saham-saham domestik yang sudah masuk dalam area jenuh jual (oversold) mendorong sebagian investor kembali mengakumulasi,”Kami optimistis keadaan 'oversold' di pasar saham domestik dapat mendorong kenaikan selanjutnya,”ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, saham tambang dan industri dasar kena aksi ambil untung, 2 sektor pun jatuh ke zona merah. Aksi beli kali ini banyak dilakukan oleh investor domestik. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 165.663 kali pada volume 4,259 miliar lembar saham senilai Rp 4,075 triliun. Sebanyak 164 saham naik, 117 turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum penguatan sejak awal perdagangan dan kompak menutup perdagangan di zona hijau. Data manufaktur Tiongkok yang naik cukup tinggi menjadi katalis penggerak. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 28.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 53.500, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 27.300, dan Dharma Sarya (DSNG) naik Rp 400 ke Rp 3.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 300 ke Rp 10.425, Multi Prima (LPIN) turun Rp 240 ke Rp 4.760, Indocement (INTP) turun Rp 200 ke Rp 22.900, dan Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 6.825.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 17,514 poin (0,36%) ke level 4.859,643. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,202 poin (0,27%) ke level 820,065. Semua indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menguat. Saham-saham perkebunan melesat cukup tinggi, memimpin penguatan di antara saham-saham lain.

Saham tambang juga diincar investor, seperti saham-saham lapis dua di sektor konstruksi. Aksi beli banyak dilakukan investor dalam negeri. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 93.305 kali pada volume 2,182 miliar lembar saham senilai Rp 1,962 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 95 turun, dan 79 saham stagnan.

Bursa regional juga kompak menguat pada sesi pertama. Positifnya data manufaktur Tiongkok membawa angin segar ke pelaku pasar di Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 27.950, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 14.000, Dharma Sarya (DSNG) naik Rp 400 ke Rp 3.400, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 375 ke Rp 53.075.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 100 ke Rp 23.000, Jakarta Internasional (JIHD) turun Rp 75 ke Rp 1.125, Surya Toto (TOTO) turun Rp 75 ke Rp 6.850, dan Electronic City (ECII) turun Rp 70 ke Rp 1.820.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,29 poin atau 0,11% menjadi 4.847,43 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,45 poin (0,30%) ke level 820,31,”Harga saham domestik yang cenderung sudah masuk dalam area jenuh jual (oversold) mendorong investor mengambil posisi beli," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Kendati demikian, dia menambahkan situasi Irak yang memanas dikhawatirkan dapat mendorong harga minyak lebih tinggi. Sentimen eksternal yang cenderung negatif itu akan membebani bursa efek Indonesia, meski dalam perspektif teknikal IHSG telah "oversold".

Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimen yang juga dapat membebani laju indeks BEI diantaranya rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang efektif pada Juli 2014. Kenaikan TDL itu bersamaan dengan bulan puasa sehingga diperkirakan mendorong laju inflasi."Di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri, diperkirakan indeks BEI akan berfluktuasi," katanya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng di buka menguat 86,24 poin (0,38%) ke level 23.891,05, indeks Nikkei turun 77,00 poin (0,50%) ke level 15.292,28 dan Straits Times menguat 2,89 poin (0,09%) ke posisi 3.260,29. (bani)

Related posts