Angkutan Truk Pasir Rusak Jalan Sukabumi dan Cianjur

NERACA

Sukabumi - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, meminta Kepala Daerah se- Wilayah II Bogor agar menertibkan kendaraan pengangkut pasir yang melebihi tonase. Gubernur menegaskan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut penyumbang terbesar kerusakan jalan utama di wilayah II Bogor.

" Kepala Daerah saya harapkan mampu menertibkan kendaraan-kendaraan bermuatan tonase lebih seperti truck pengakut pasir yang dari Cimangkok dan Cianjur. Karena mereka adalah penyumbang terbesar dalam hal pengrusakan jalan" ungkap Ahmad Heryawan saat Safari Ramadhan di Mesjid Jami Baiturahman Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang dihadiri seluruh Kepala Daerah se wilayah II Bogor, akahir pekan kemarin.

Gubernur menyebutkan, pemerintah saat ini selalau kelabakan ketika berbicara soal anggaran perbaikan jalan. Hampir tiap tahun, sebut Ahmad Heryawan, pos belanja infrastuktur meningkat, " Perbaikan jalan memakan dana yang cukup besar. Jadi saya mengharapkan adanya pengawasan yang ketat dari pemda dan mayarakat. Kita sudah memiliki aturan dan peraturan yang jelas. Kalau bisa yah dimanfaatkan peraturan tersebut" kata dia dengan tawa khasnya.

Sementara beberapa warga merasa pesimis himbauan Gubernur itu akan bisa dijalankan. Selama ini, kata Surono, angkutan pasir itu melenggang tanpa hambatan kendati membawa pasir melebihi kapasitas. " Dulu saya pernah baca di koran bahwa pemerintah akan menertibkan kendaraan yang melebihi tonase akan di gergaji. Tetapi kenyataan hingga sekarang tak terbukti" sebut Surono yang sengaja menghadiri safari ramadhan yang dilakukan oleh Gubernur.

Bukan hanya jalan pada jalur utama yang rusak parah. di beberapa ruas jalan kabupaten pun banyak jalan rusak parah akibat dari kegiatan angkutan tambang. Anehnya Pemda, khususnya Pemda Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur seperti tutup mata akan kerusakan tersebut. Kerusakan jalan itu baru diperbaiki ketika masyarakat bertindak dengan cara melakukan demo.

Salah satu jalan yang rusak parah dan kini sedang dalam tahap perencanaan pembangunan adalah Jalan Mangkalaya, tepatnya di jalur Citengkor yang nota bene jalan utama menuju kediaman Bupati Sukabumi Sukmawijaya. Selain itu sejumlah ruas jalan seperti di wialyah Palabuhanratu serta bagian selatan Kabupaten Sukabumi pun masih dibiarkan rusak.

Kerusakan jalan juga terlihat di ruas jalan provinsi maupun kabupaten yang menuju arah Cianjur bagian selatan. Hilir mudiknya truk bermuatan pasir hitram dari pantai Cidaun dan Sindangbarangserta sejumlah truk bermuatan kayu Perhutani, merupakan penyumbang terbesar kerusakan jalan di kawasan Cianjur.

‘Kami sejak dulu memberi masukan dan bahkan unjukrasa ke pemerintah daerah maupun DPRD agar menertibkan truk angkutan pasir dan kayu melebihi tonase. Tapi tidak pernah didengar,”ujar Ujang Boxy, aktivis pemuda Cianjur Selatan kepada Neracas, Ahad kemarin.

Related posts