Megapolitan Siapkan Capex Rp 800 Miliar

NERACA

Jakarta –Emiten properti, PT Megapolitan Development Tbk (EMDE) pada tahun ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp800 miliar, “Kita siapkan capex Rp 800 miliar dengan sumber pendaaan kombinasi dari hasil IPO, pinjaman bank dan hasil usaha,”kata Corporate Secretary PT Megapolitan Development Tbk, Fanny S Sutanto di Jakarta, Selasa (24/6).

Dia menjelaskan, komposisi sumber capex berasal dari dana IPO sekitar 15%, mayoritas dari pinjamanan PT Bank Tabungan Negara (BTN) sekitar 40-45% dan sisanya dari hasil usaha. Disebutkan, sebagian besar capex atau Rp500 miliar akan digunakan perseroan untuk pembangunan Centro Cinere yaitu Cinere Terrace Suites dan Cinere Mansion.

Semntara selebihnya untuk Vivo Sentul melalui anak usaha PT Tirta Persada Developments. Tercatat hingga semester pertama tahun ini, dana capex yang telah diserap mencapai Rp 300 miliar. Dimana dana tersebut digunakan untuk pengembangan proyek di Centro Cinere.

Untuk diketahui, proyek Cinere Terrace Suites berdiri diatas lahan seluas 2,2 hektar area (ha). Hunian vertikal ini terintegrasi dengan shipping arcade dan outdoor dining. Sedangkan Cinere Mansion adalah high end apartment yang terdiri dari lima tower, berlantai 18. Sementara Vivo Sentul, adalah galleria shopping centre yang terletak di wilayah Sentul. Dikembangkan dalam empat tahap yaitu shopping center, commercial park, shopping mall dan housing, selain itu apartemen dan hotel.

Selain itu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari perolehan laba tahun 2013. Alasannya, perolehan laba tahun lalu akan digunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan. Tahun ini EMDE memang tengah menggenjot sejumlah proyek apartemen,”Kami belum berencana membagikan dividen, kebijakannya apabila dividen dinilai cukup dan hasil terbaik bagi sejumlah pihak," kata Fanny.

Dia juga menuturkan, selain mengadakan RUPST, perseroan juga turut menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Menurut Fanny, agenda RUPSLB beragendakan perubahan alokasi dana dari initial public offering (IPO),”Dari dana empat proyek yang telah berjalan akan digunakan untuk pembangunan Centro Cinere, dana investasinya memang melonjak dari Rp50 miliar menjadi Rp500 miliar," ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan berhasil mencatatkan laba tummbuh signifikan sebesar 714,86% menjadi Rp34 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini diperoleh dari meningkatnya penghasilan usaha bersih sebesar Rp225,13 miliar atai naik 106,5% dibandingkan tahun 2012. (bani)

Related posts