Perusahaan Indonesia Harus Unjuk Gigi di Rumah Sendiri

NERACA

Jakarta -Pengamat ekonomi Universitas Maranatha Bandung Evo S Hariandja mengatakan kedaulatan ekonomi bisa dicapai bila perusahaan asal Indonesia bisa berkuasa dan unjuk gigi di dalam negeri."Baik BUMN maupun swasta, milik pribumi maupun keturunan, kalau itu perusahaan Indonesia harus bisa menang bersaing dengan perusahaan asing yang ada di dalam negeri," katanya, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, kemarin.

Pengajar Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menilai pemerintahan Indonesia sepuluh tahun terakhir tidak bisa mempertahankan kedaulatan ekonomi.Karena itu, dia berharap pemerintahan ke depan bisa mengembalikan kedaulatan ekonomi dengan mendorong berkembangnya perusahaan Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan asing.

"Saat ini, perusahaan asing berhasil menggurita di segala bidang. Mulai dari telekomunikasi, perminyakan, pertambangan dan otomotif banyak yang dikuasai oleh asing. Kita harus mencegah perusahaan asing menggurita dengan memperkuat perusahaan Indonesia," tutur Evo.

Terkait penjualan perusahaan telekomunikasi Indosat oleh pemerintahan sebelumnya yang sempat mengemuka dalam debat calon presiden putaran III pada Minggu malam (22/6), Evo mengatakan perusahaan tersebut harus dibeli kembali bila memungkinkan."Kalau memang negara ada uangnya, dan ada klausul Indosat bisa dibeli kembali, maka memang harus dibeli. Kita harus kembalikan kedaulatan telekomunikasi kita," ujarnya.

Namun, bila memang tidak bisa dibeli kembali, Evo mengusulkan untuk mematikan Indosat dengan regulasi di dalam negeri."Saya dapat informasi sebenarnya tidak ada klausul 'buy back' ketika Indosat dijual pemerintah sebelumnya. Kalau memang tidak bisa dibeli kembali, ya dimatikan saja pelan-pelan dengan regulasi yang ada di dalam negeri," kata dia.[ant/ardi]

BERITA TERKAIT

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Industri Manufaktur Harus Jadi Prioritas Investasi

NERACA Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai industri manufaktur perlu menjadi prioritas investasi dalam rangka mengurangi ketergantungan…

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market

20 Persen Ponsel di Indonesia Dibeli dari Black Market NERACA Jakarta - Sekitar 20 persen dari ponsel pintar yang beredar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…