Pertumbuhan Tinggi, Produktivitas Pekerja Terkerek

NERACA

Jakarta - Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus ditingkatkan lebih tinggi, sebagai upaya untuk mendorong produktivitas buruh dan meningkatkan kesempatan kerja di sektor manufaktur serta jasa.

"Perbedaan antara tingkat pertumbuhan 6,5% dengan 4% adalah jutaan lapangan kerja," kata Ndiame Diop, Ekonom Bank Dunia, dalam pemaparan laporan Bank Dunia "Indonesia 2014 Development Review" di Jakarta, Senin (23/6).

Ndiame mengatakan untuk mencapai upaya tersebut, pemerintah harus mengurangi kesenjangan keterampilan bagi para pekerja dengan meningkatkan kualitas tenaga terampil, dan mendorong daya saing melalui pembenahan sistem pendidikan.

"Sekarang makin banyak lulusan dengan gelar sarjana, tapi kesenjangan keterampilan terus ada, 50% lulusan sekolah menengah dan 15% lulusan kuliah bekerja untuk posisi keterampilan rendah. Tapi 70% perusahaan sulit mendapatkan tenaga terampil," ujarnya.

Untuk itu, hal yang dapat diupayakan adalah meningkatkan kredibilitas sistem penentuan mutu agar dana hanya diberikan pada institusi terakreditasi, menciptakan pusat pelatihan, memperkuat hubungan lembaga pendidikan dengan lapangan kerja serta meningkatkan pendidikan dasar sejak usia dini.

Selain itu, dari segi birokrasi, harus ada konsistensi regulasi, penyederhanaan prosedur investasi, revisi uang pesangon UU Ketenagakerjaan, penetapan formula upah minimal berdasarkan biaya hidup dan inflasi serta infrastruktur hukum dan keuangan inklusif.

"Naiknya pertumbuhan ekonomi tidak akan banyak berarti apabila tidak disertai dengan naiknya standar hidup yang merata bagi semua penduduk. Untuk meningkatkan pelayanan umum bukan hanya dana yang diperlukan, namun tata kelola pemerintahan sangat menentukan," tutur Ndiame.

Menurut dia, agar standar hidup meningkat dan merata bagi semua masyarakat sangat dibutuhkan peningkatan tata kelola pelayanan umum, penyempurnaan sistem jaminan sosial serta penguatan sistem manajemen risiko dan ketahanan bencana. [agus]

BERITA TERKAIT

BPJS-TK Sumbagsel Fokus Garap Pekerja Informal

BPJS-TK Sumbagsel Fokus Garap Pekerja Informal NERACA Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)…

OJK Siapkan Lima Kebijakan Dorong Pertumbuhan 2019

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan lima inisiatif kebijakan untuk mendukung pembiayaan sektor-sektor prioritas pemerintah,…

Pertumbuhan Industri Pelayaran Ditaksir Belum Optimal

NERACA Jakarta – Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) menilai pertumbuhan industri tersebut belum terlalu optimal di 2019, karena masih…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

LPS Perkirakan BI Tahan Suku Bunga Di Awal 2019

NERACA Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate pada awal 2019 ini…

Regulator Terapkan Perhitungan Risiko Pasar Basel III Terbaru

  NERACA Jakarta - Regulator Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadiri pertemuan para Gubernur Bank Sentral dan Pimpinan Otoritas Pengawas Sektor…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…