BTN Bangun Generasi Bangsa - Sekolah Percontohan

NERACA

Semarang - Sukses dalam pengembangan usaha tak lantas membuat Bank BTN lupa akan masalah yang terkait dengan sosial kemasyarakatan. Sesuai dengan salah satu Misinya, Bank BTN ikut mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkunganya. Misi inilah yang akhirnya mengantarkan Bank BTN aktif dalam menggerakkan aksi sosialnya melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR). Termasuk kegiatan yang diselenggarakan Bank BTN di wilayah Jawa Tengah dalam memberikan dukungan pendanaan atas pembangunan proyek sekolah percontohan.

"Kami prihatin dengan kondisi sekolahan di daerah dan kami terpanggil untuk membantu membangunnya. Ada beberapa daerah yang akan dijadikan sekolah percontohan, salah satuya yang dibangun di Semarang," ungkap Maryono, Direktur Utama Bank BTN menjelaskan usai meresmikan proyek sekolah percontohan SD Negeri Pakintelan 03 Kec. Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/6) pekan lalu.

Ini adalah gerakan sosial Bank BTN untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa sebagai penerus masa depan NKRI (negara kesatuan republik indonesia). Melalui pendidikan dengan fasilitas yang memadai untuk proses belajar mengajar akan diperoleh SDM yang berkualitas. Ini menjadi perhatian kami untuk ikut memikirkannya. Kami mempunyai program CSR yang salah satunya konsentrasi pada bidang pendidikan. Melalui program ini kami ingin bagaimana Bank BTN dapat berperan dalam pengembangannya, jelas Maryono.

Proyek Sekolah Percontohan ini merupakan perwujudan kerja sama antara IKPTM (Ikatan Kekeluargaan Pengerahan Tenaga Mahasiswa) yang merupakan wadah dari para mantan mahasiswa yang pernah mengabdi sebagai guru di luar Pulau Jawa selama kurun waktu 1952 – 1964 dengan kami, Bank BTN sebagai salah satu BUMN perbankan. Target ruang lingkup proyek ini adalah sekolah dasar (SD), mengingat sekolah ini merupakan awal dari jenjang pendidikan dasar 9 tahun yang semestinya dapat dinikmati oleh setiap anak bangsa dengan fasilitas pendukung yang memadai.

Banyak fakta di lapangan bahwa saat ini masih terdapat sarana dan prasarana sekolah dasar yang masih memprihatinkan. Kondisi tersebut tecermin dari: gedung sekolah yang tidak terawat, tidak layaknya fasilitas sanitasi di sekolah (kamar mandi dan WC), kurangnya tempat sampah, tidak adanya penghijauan di lingkungan sekolah, tidak ada ruang perpustakaan dan buku-bukunya, serta minimnya peralatan olah raga.

Berdasarkan kondisi tersebut, IKPTM dan Bank BTN terpanggil untuk bersama-sama melakukan perbaikan sesuai dengan kemampuan sebagai bentuk kepedulian dalam memberikan peran serta membangun negeri melalui perbaikan kualitas pendidikan.

Ada 4 (empat) SD yang akan dijadikan Sekolah Percontohan hasil kerjasama IKPTM dengan Bank BTN, yaitu SD Negeri Gading Kembar Kec. Jabung Kabupaten Malang, SD Negeri Cowek 03, Kab. Pasuruan, SD Negeri Pakintelan 03 Kec. Gunungpati, Kota Semarang dan SDN Klepu. Kab. Gunung Kidul Yogyakarta

Bentuk dukungan yang diberikan Bank BTN adalah pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang meliputi ruang perpustakaan, penyediaan sarana air bersih, penyediaan sarana kesehatan, sarana olah raga, seni budaya dan penghijauan lingkungan sekolah.

Maryono berharap dukungan untuk membangun sekolah percontohan tersebut dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada sekolah dan peserta didik, sehingga memperlancar proses belajar mengajar serta dapat meningkatkan kualitas peserta didik. [kam]

Related posts