Gebyar Gajah Mungkur - Tampilkan budaya, rekreasi dan olahraga

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonogiri menggelar acara Gebyar Gajah Mungkur pada 29 Juli-10 Agustus 2014. Acara tersebut akan digelar di Waduk Gajah Mungkur dan merupakan rangkaian acara untuk merayakan Idul Fitri hingga 14 hari setelah bulan Syawal.

Gebyar Gajah Mungkur merupakan kegiatan wisata yang mensinergikan budaya, rekreasi dan olahraga. Perhelatan tahunan ini sudah dilakukan sejak Waduk Gajah Mungkur didirikan tahun 1970-an. Kita bisa menyaksikan kesenian tradisional maupun modern, sambil menatap indahnya panorama waduk dan Pegunungan Seribu. Jika ingin menyatu dengan alam, Kita dapat berlayar di perairan dan menikmati ikan khas yang didapat dari Waduk Gajah Mungkur.

Acara puncak akan ditutup dengan upacara Andum Ketupat. Prosesi ini melibatkan Bupati Wonogiri dan masyarakat yang mencari nafkah di sekitar Waduk Gajah Mungkur. Mereka akan membagikan ketupat sebagai ucapan terima kasih atas rizki yang diterima, serta simbol Kawulo-Gusti yaitu kebersamaan antara pemimpin dengan rakyat.

Waduk Gajah Mungkur terletak 7 kilometer dari pusat kota Wonogiri. Luasnya mencapai 8800 ha, berfungsi untuk mengairi sawah ke daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen, serta menghasilkan listrik untuk Wonogiri. Waduk Gajah Mungkur juga melegenda karena pembuatannya harus menenggelamkan 50 desa dan memindahkan 60 ribu jiwa penduduk.

Kini Waduk Gajah Mungkur disulap menjadi tempat rekreasi yang indah. Ada kapal boat untuk mengelilingi perairan dan juga tempat memancing. Pecinta olahraga paralayang pun dapat menjelajah bersama parasutnya di sini.

Tidak lupa pula untuk mencicipiNasi Tiwul, beraneka jenis makanan khas tersedia di Wonogiri. Kacang Medemerupakan makanan yang berasal dari biji buah Jambu Mede (Jambu Mete) yang memang banyak terdapat di wilayah Wonogiri. SedangkanEmpingmerupakan makanan yang berasal dari biji buahMelinjo. Biji buah dikupas, lalu ditumbuk sampai berbentuk lempengan kecil.

Kedua jenis makanan ini disajikan setelah terlebih dahulu digoreng sampai kecoklatan.Cabukadalah makanan sejenis sambal yang berasal dari bijiWijenyang dicampur dengan bumbu masak. Berbentuk pasta, warna hitam, terbungkus daun pisang. Juga ada makanan dari singkong yang disebut "Pindang", ini berasal dari tepung singkongyang dimasak dengan daging kambing, yang terkenal diKecamatan Ngadirojo.

Saat pagi hari juga sering dapat dijumpai Kue Serabi di beberapa tempat di dekat Pasar Kota Wonogiri dan tempat lainnya di berbagai kecamatan di wilayah Wonogiri. Sebagai tambahan tentang makanan khas yang disebut "Cabuk", akan lebih nikmat apabila disantap bersama-sama dengan "Gudangan" yaitu makanan yang berupa sayur-sayuran yang telah direbus dan dicampur dengan sambal dari cabai dan parutan kelapa.

BERITA TERKAIT

PPK Kemayoran Ingin Jadikan Gedung Eks Bandara Kemayoran Jadi Cagar Budaya

    NERACA   Jakarta - Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran mengusulkan agar gedung eks Bandara Kemayoran dijadikan sebagai cagar…

Penerimaan Pajak, Investasi, dan CAD Jadi Momok Ekonomi

Oleh: Djony Edward Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan menolak pengajuan sengketa hasil Pilpres 2019. Dengan demikian Presiden Jokowi dan Wakil…

Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO

Anak dan Perempuan Rentan Terhadap TPPO NERACA Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak untuk kepentingan anak-anak, Save the…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

5 Wahana Permainan Wajib Coba di Trans Studio Mall Cibubur

Taman hiburan di dalam ruang Trans Studio Mall Cibubur sebentar lagi dibuka dan terbagi atas banyak zona, seperti Zona Lagoon,…

Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan

Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, diyakini berpengaruh positif terhadap sektor pariwisata di Provinsi Sumatera…

Seperempat Museum di RI Tak Layak

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Fitra Arda Ambas menyebut banyak museum di Indonesia masuk…