MNC Kapital Bidik Dana Rp 2,3 Triliun - Terbitkan Rights Issue

NERACA

Jakarta –Keseriusan PT MNC Capital Indonesia Tbk (BCAP) bisnis keuangan sektor perbankan dibuktikan dengan rencana perseroan untuk terus memperkuat likuiditas PT Bank ICB Bumi Putera Tbk yang baru jasa diakuisisi.

Keputusan perseroan memperkuat likuiditas di setujui pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dimana dalam rangka peningkatan modal disetor dan modal ditempatkan perseroan melalui penawaran umum terbatas I (PUT I).

Direktur Utama BCAP, Darma Putra menuturkan, PUT I ini sehubungan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 2,6 miliar saham atau sebesar 65,6% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PUT I,”Nilai angka yang disetor penuh adalah dengan nominal Rp100 setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp900 setiap saham sehingga seluruhnya sebesar-besarnya bernilai Rp2,3 triliun," ujar dia di Jakarta, kemarin.

Darma juga menjelaskan, setiap pegang 11 saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada tanggal 2 Juli 2014 pukul 16.15 WIB berhak atas 21 HMETD. Kemudian dana hasil PUT I ini setelah dikurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan emisi, akan digunakan untuk beberapa hal."Sebanyak-banyaknya Rp281 miliar akan digunakan untuk pelunasan uang muka yang diterima dari HT Capital Investment. Kemudian sisa dana sebanyak-banyaknya Rp2.070 miliar yang diperoleh akan digunakan oleh perseroan," ujar dia.

Prioritas sisa dana sebanyak Rp2,07 triliun tersebut menurut Darma akan disalurkan untuk partisipasi dalam penawaran umum terbatas III (PUT III) PT Bank ICB Bumiputera Tbk yaitu sebanyak-banyaknya Rp201 miliar untuk melaksanakan HMETD yang menjadi porsi perseroan."Kemudian sisa dana berikutnya akan digunakan untuk modal kerja berupa investasi jangka pendek atau jangka panjang di sektor keuangan antara lain jasa perbankan, perantara pedagang efek, asuransi, pembiayaan konsumen dan sektor jasa keuangan lainnya yang mengikuti ketentuan aturan yang berlaku," tutup dia.

Asal tahu saja, dalam RUPSLB Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) menyetujui penambahan modal perseroan sebanyak Rp800 miliar dengan cara menerbitkan Hak Memesan Efek terlebih Dahulu (HMETD)."Modal bertambah Rp800 miliar, diharapkan core capital menjadi Rp1,3 triliun," kata Presiden Direktur Bank ICB Bumiputera, Eddy Rainal Sinulingga.

HMETD tersebut merupakan Penawaran Umum Terbatas III (PUT III), melakukan penerbitan saham sebanyak-banyaknya 1.828.692.847. Waran seri dua yang merupakan 33,3% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran."Tingkat kecukupan dan struktur permodalan adalah faktor utama yang mempengaruhi kemampuan suatu bank melakukan pengembangan usaha. Pengembangan usaha bank untuk meingkatkan pendapatan usaha melalui peningkatan aset produktif terutama peningkatan kredit. Selain itu kecukupan permodalan juga menentukan jenis aktivitas dan jasa yang bisa ditawarkan kepada nasabah," paparnya.

Adapun komposisi pemegang saham perseroan saat ini, 49% dimiliki ICB Financial Group Holdings AG, 25% oleh PT MNC Kapital Indonesia Tbk, 5,46% AJB Bumiputera dan masyarakat sebesar 23,64%. (bani

Related posts