Kebutuhan Uang Tunai Rp2,7 Triliun di Samarinda - Jelang Lebaran

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia wilayah Kalimantan Timur memprediksi peredaran uang di masyarakat di Samarinda dan sekitaranya saat Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitrimencapai Rp 2,7 triliun mengingat kebutuhan uang tunai meningkat dibandingkan hari biasa.

Deputi Bank Indonesia (BI) Kaltim, Teguh Setiadi, di Samarinda, Jumat mengatakan, untuk melayani penukaran dan penarikan uang tunai, BI Kaltim melakukan kerjasama dengan 32 bank di Samarinda dan sekitarnya.

"Tidak kurang dari 106 outlet penukaran uang disediakan di 32 bank tersebut," katanya.

Menurut Teguh, dibukanya outlet penukaran uang dalam jumlah banyak ini sekaligus sebagai langkah antisipasi mengurangi maraknya penukaran uang yang dilakukan secara ilegal jelang lebaran.

"Uang merupakan alat tukar, jadi memang tidak boleh diperdagangkan, seperti yang marak terjadi di pinggir jalan, di pasar dan tempat umum lainnya, menjelang lebaran," papar Teguh.

Dia menjelaskan bahwa kebutuhan uang tunai jelang lebaran di Kaltim setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. 2012 lalu, BI Kaltim mencatat, kebutuhan uang jelang lebaran mencapai Rp 1,979 triliun. Jumlah ini kembali mengalami peningkatan di 2013, menjadi Rp 2,439 triliun.

"Tahun 2012 itu meningkat 288 persen dibandingkan kebutuhan uang tunai di bulan-bulan lainnya. Sedangkan 2013 mencapai 364 persen dari normal," katanya.

Selain beberapa loket Bank pembantu sudah disediakan, menurut Teguh BI Kaltim juga membuka loket penukaran uang di kantornya. Jika pada hari biasa hanya dibuka dua loket, saat Ramadhan ini BI membuka empat loket penukaran.

"Menelang lebaran, kami juga akan menyiapkan loket penukaran mobile yang akan ditempatkan di pusat-pusat keramaian," jelasnya.

Seluruh outlet penukaran uang tersebut mulai dibuka 30 Juni dan berakhir 25 Juli mendatang.

"Tahun ini loket penukaran kita perbanyak, tahun lalu kita bekerjasama dengan 11 bank dan tahun ini kita kerjasama dengan 32 bank," pungkas Teguh. [ant]

Related posts