Eximbank Yakinkan Kreditur Asing

NERACA

Denpasar - Direksi Indonesia Eximbank berupaya meyakinkan para investor asing dan kreditur luar negeri untuk menginvestasikan dananya dengan syarat-syarat tertentu. "Khusus untuk pinjaman sindikasi Indonesia Eximbank telah dikenal oleh pasar dengan keberhasilannya untuk menghimpun dana dalam jumlah signifikan dari tahun ke tahun," kata Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, I Gde Made Erata, di sela-sela pertemuan dengan sejumlah pimpinan bank asing di Nusa Dua, Bali, Jumat (20/6) malam.

Eximbank berhasil menghimpun dana pinjaman sindikasi sebesar US$788,5 juta yang sebagian di antaranya didapat dari perjanjian tahun-tahun sebelumnya yang mencapai US$500 juta. Begitu juga pada penandatangan perjanjian sindikasi dalam rangka penambahan "funding" sebesar US$120 juta pada 6 November 2013, penandatangan perjanjian sindikasi US$300 juta antara Indonesia Eximbank dengan sindikasi perbankan di Singapura dan Taiwan pada 15 Juli 2013.

Termasuk juga penandatangan fasilitas pinjaman dengan sindikasi Bank Singapura sebesar US$265 juta pada 18 Juli 2010. Porsi sumber pendanaan dari pinjaman yang diterima tercatat sebesar 44,03% dari total dana. Saldo pinjaman yang diterima per akhir 2013 adalah sebesar Rp20,07 miliar lebih, naik 76,67% dibanding tahun 2012 sebesar di atas Rp11,3 miliar.

"Pos ini terdiri atas pinjaman dalam valuta rupiah berupa pinjaman antarbank Rp1,6 miliar atau 7,6% dari total pinjaman, dan pinjaman dalam valuta asing berupa sindikasi maupun bilateral tercatat sebesar Rp18,4 miliar lebih atau 92,03% dari total pinjaman," katanya.

Erata juga menjelaskan bahwa pinjaman sindikasi yang diperoleh per akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp11,1 miliar lebih dengan jangka waktu antara satu sampai empat tahun.Seluruh pinjaman yang diterima terutama digunakan untuk membiayai kegiatan ekspor dan keuangan pasar.

"Dengan prospek ekonomi global 2014 yang diperkirakan akan mengalami perbaikan, maka guna menopang rencana ekspansi pembiayaan ekspor 2014, kami akan menghimpun dana dalam mata uang asing melalui pernerbitan surat berharga dan pinjaman sindikasi," katanya.

Sebelumnya, Indonesia Eximbank menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan perusahaan reasuransi Indonesia, yaitu PT Reasuransi Nasional Indonesia, PT Reasuransi Internasional Indonesia dan PT Tugu Pratama Indonesia, serta satu perusahaan reasuransi asing, Amlin Singapore PTE Limited.

Persetujuan MoU ini untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia berupa Fasilitas Asuransi Gagal Ekspor dalam bentuk Treaty Marine Cargo Insurance (Perjanjian Asuransi Pengangkutan Barang).

Pasalnya, kata Erata, fasilitas yang disediakan Indonesia Eximbank selama ini baru berupa fasilitas Asuransi Gagal Bayar yang diberikan kepada eksportir untuk menutup kerugian karena pembeli barang atau jasa tidak memenuhi kewajiban bayar sesuai dengan perjanjian.

"Selama ini fasilitas asuransi yang disediakan oleh Indonesia Eximbank adalah fasilitas asuransi gagal bayar," ungkap Erata. Dengan fasilitas baru ini, lanjut dia, diharapkan peran Indonesia Eximbank sebagai lembaga yang berfungsi pendukung program ekspor nasional dapat lebih ditingkatkan lagi.

"Harapan kami (Indonesia Eximbank) adalah untuk bisa terus mendukung kegiatan ekspor bagi produk ekspor Indonesia, dimana pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan pendapatan negara," tandas Erata. [ardi]

Related posts