Pertamina Antisipasi Kenaikan Konsumsi BBM - Sambut Ramdhan dan Musim Liburan

NERACA

Jakarta – Menjelang datangnya bulan Ramadan dan momentum liburan sekolah, PT Pertamina (Persero) telah mengantisipasinya akan terjadinya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). General Manager Operasi Pemasaran Region III mencakup Jakarta, Banten, dan Jabar, Afandi meminta agar masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan BBM. “Pertamina ingin masyarakat dapat menikmati masa liburan sekolah serta memasuki bulan suci Ramadhan dengan tenang. Tidak perlu khawatir,” katanya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, pihaknya memperkirakan akan terjadi peningkatan kebutuhan harian sebesar enam persen untuk premium, delapan persen untuk solar dan 16% untuk pertamax. “Kami telah melakukan langkah antisipasi untuk memenuhi peningkatan kebutuhan BBM dengan mengidentifikasi titik-titik lokasi SPBU yang diprediksi mengalami peningkatan konsumsi BBM," katanya.

Di titik-titik tersebut, lanjut Afandi, Pertamina melakukan pengawasan ketersediaan pasokan BBM agar stok terjaga di level aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, untuk menjamin kelancaran distribusi BBM, Pertamina juga telah mengidentifikasi jalur rawan kemacetan dan mengambil langkah antisipasi agar distribusi BBM tidak terhambat. Pertamina, tambahnya, juga melakukan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan bahan bakar pesawat yakni avtur.

Kebutuhan normal avtur berkisar di angka 5.400--5.700 kiloliter per hari. “Peningkatan konsumsi avtur harian pada musim liburan 2014 diperkirakan berada di kisaran 7--10 persen sebagai konsekuensi ramainya penerbangan di musim liburan sekolah serta menjelang bulan suci Ramadhan terkait budaya masyarakat Indonesia untuk melakukan ziarah makam atau nyadran,” kata Afandi.

Dari sisi hulu, Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah akan meningkatkan produksi premium guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran 2014. “Menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran 2014, sudah dipastikan bahwa konsumsi BBM (Bahan Bakar Minyak) masyarakat Indonesia akan semakin meningkat. Oleh karena itu, PT. Pertamina (Persero) berupaya mengantisipasi kenaikan konsumsi masyarakat dan kelangkaan BBM melalui penyediaan stok produksi BBM yang cukup mengakomodasi kedua hal tersebut," kata Officer Supply Chain and Distribution Pertamina RU IV, Djoko Sulistyo.

Dalam hal ini, kata dia, produksi premium Pertamina RU IV pada bulan Juli akan ditingkatkan menjadi 290,481 kiloliter per hariatau naik 25,901 kiloliter dari produksi bulan Juni 2014 yang sebesar 264,580 kiloliter per hari. Akan tetapi untuk produksi solar pada bulan Juli, lanjut dia, hanya sebesar 373,431 kiloliter per hari atau turun 37,343 kiloliter dari bulan Juni yang sebesar 410,774 kiloliter per hari.

Menurut dia, jumlah BBM yang diproduksi oleh Pertamina RU IV tersebut merupakan jumlah yang telah ditetapkan oleh korporat secara nasional. Ia mengatakan bahwa PT. Pertamina (Persero) yang memiliki enam unit pengolahan telah mengatur pembagian produksi BBM di setiap refinery unit untuk dapat menyokong kebutuhan konsumsi BBM masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.

Dengan adanya pembagian volume produksi BBM, kata Djoko, telah terjadi sinergi di seluruh unit pengolahan Pertamina. “Stok produksi BBM yang direncanakan Pertamina RU IV selama bulan Juni dan Juli 2014 tersebut telah memperhitungkan permintaan konsumsi BBM masyarakat yang diperkirakan akan meningkat. Pertamina telah melakukan prediksi analisis dan mengkomunikasikan rencana produksi BBM agar sesuai dengan tingkat konsumsi pada bulan Ramadhan dan menjelang lebaran sehingga dapat dipastikan kebutuhan nasional terpenuhi,” katanya.

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir memperkirakan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjelang Puasa dan Lebaran akan mengalami kenaikan sekitar 10%-11%. Pihaknya memastikan bahwa Pertamina akan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi premium tersebut. “Rata-rata konsumsi premium di hari biasa sebamyak 80 ribu kiloliter per hari. Sedangkan konsumsi solar sekitar 42 ribu hingga 43 ribu kiloliter per hari,” ujarnya.

Namun, lanjutnya pada bulan suci Ramadhan dan Lebaran tingkat konsumsi solar diperkirakan akan menurun hingga 5%. “Yaa inikan karena angkutan-angkutan besar dan pabrik-pabrik banyak yang tutup makanya solar menurun,” tukasnya. Lebih lanjut dia menambahkan, untuk konsumsi elpiji diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga 7% dari rata-rata konsumsi di hari biasa yang mencapai 18 ribu ton. “Tapi kami akan menjaga semaksimal mungkin kebutuhan konsumsi elpiji tabung tiga kilogram imi,” tutup Ali.

Related posts