Jurus Jitu PNM Kembangkan UMK di Balikpapan

NERACA

Balikpapan – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM punya jurus jitu untuk menciptakan pelaku usaha mikro dan kecil yang sukses dan berdaya saing, yakni dengan memberikan dukungan pembiayaan dan pelatihan bisnis secara berkesinambungan.

Pemimpin PNM Cabang Balikpapan, Bambang Triyono menuturkan permasalahan klasik usaha mikro dan kecil (UMK) dalam mengembangkan bisnisnya antara lain akses terhadap pembiayaan dan minimnya daya saing. PNM selaku lembaga keuangan milik Negara dibentuk untuk menajwab permasalahan tersebut.

Dukungan dari sisi pembiayaan, jelas Bambang, PNM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) memberikan kredit modal kerja kepada UMK, yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Khusus untuk wilayah Balikpapan, posisi pembiayaan yang telah disalurkan ULaMM hingga Mei 2014 mencapai Rp49,3 miliar, tumbuh 21% dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun lalu Rp40,6 miliar. Jumlah penerima manfaat pembiayaan ULaMM di Balikpapan per Mei 2014 sebanyak 1.130 pelaku UMK, meningkat 10,5% dibandingkan dengan posisi Mei 2013 yang sebanyak 1.023 UMK.

“Sedangkan untuk meningkatkan daya saing, PNM secara berkesinambungan aktif menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan usaha bagi nasabah ULaMM yang berbisnis di berbagai sektor,” kata Bambang, di sela pelatihan UMKM nasabah ULaMM Klaster Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/6).

Pada program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) kali ini PNM mengangkat tema Jurus Jitu Menjadi Pelaku Usaha Sukses kepada sekitar 100 pelaku UMK yang merupakan nasabah ULaMM Klaster Balikpapan. Fajar Adi Haryanto, selaku motivator ternama, didaulat untuk memberikan materi dan motivasi terkait pengembangan usaha.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PNM, Gung Panggodo menjelaskan selain menjalankan bisnis utamanya di sektor pembiayaan mikro, PNM juga giat melaksanakan program PKU dan penyediaan jasa manajemen bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu faktor yang melandasi pelaksanaan PKU adalah karena umumnya pelaku UMKM belum dapat melaksanakan usaha dan produksinya secara optimal, baik karena masalah modal kerja, minimnya teknologi, dan akses pasar yang terbatas.

“Pelatihan reguler kepada debitur UMKM ini dilaksanakan secara tatap muka, dengan peserta yang heterogen dan modul pelatihan generik, serta mendatangkan motivator dan praktisi usaha yang sukses di bisnisnya,” jelas dia.

Dia berharap aktivitas pembiayaan dan pembinaan oleh PNM dapat membuat pelaku UMKM di Pekanbaru lebih maju dan berkembang, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengembangkan ekonomi lokal.

“Hanya dengan cara ini kita bisa mengangkat harkat dan martabat perekonomian nasional menjadi ekonomi yang tangguh berbasis UMKM, sehingga makin tangguh dan mandiri,” ujar Gung Panggodo. [mohar]

Related posts