Akhir Pekan, IHSG Rawan Profit Taking

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 23,587 poin (0,48%) ke level 4.864,273. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 4,334 poin (0,53%) ke level 820,528.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, masih adanya kekhawatiran pelaku pasar saham yang menanggapi defisit neraca perdagangan Indonesia akan membesar seiring dengan kenaikan minyak mentah dunia akibat konflik Irak membuat IHSG kembali berada di area negative,”Kondisi itu juga mendorong pelaku pasar saham asing masih melakukan aksi jual," katanya di Jakarta, Kamis (19/6).

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa koreksi IHSG diluar dugaan di tengah menguatnya bursa Dow jones,”Tekanan indeks BEI pada Kamis ini dapat digunakan sebagai kesempatan beli jangka pendek untuk membangun posisi,”ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak menguat terbatas. Namun tetap diwaspadai berlanjutnya aksi jual investor. Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun akhirnya melemah. Pelemahan paling dalam dialami oleh sektor konstruksi.

Asing mulai melepas saham dan menarik dana keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 210 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 189.537 kali pada volume 3,975 miliar lembar saham senilai Rp 4,153 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 200 turun, dan 79 saham stagnan.

Mayoritas bursa di regional tidak bisa memanfaatkan momentum penguatan Wall Street sehingga menutup perdagangan di zona merah Tapi ada juga yang bisa menguat, yaitu pasar saham Jepang. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 19.000 ke Rp 194.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 68.500, First Media (KBLV) naik Rp 305 ke Rp 2.045, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 275 ke Rp 10.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITGM) turun Rp 875 ke Rp 27.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 325 ke Rp 52.675, Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 250 ke Rp 7.500, dan Matahari (LPPF) turun Rp 250 ke Rp 13.975.

Menutup perdagangan sesi pertama, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 16,302 poin (0,33%) ke level 4.871,558. Sementara Indeks LQ45 turun 3,608 poin (0,44%) ke level 821,254.

Aksi jual menghantam IHSG setelah menanjak ke titik tertingginya di 4.868,138. Hanya saham-saham perkebunan yang masih jadi incaran, selebihnya kena tekanan jual. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 106.144 kali pada volume 2,323 miliar lembar saham senilai Rp 2,006 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 193 turun, dan 65 saham stagnan.

Bursa-bursa regional rata-rata masih bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Sentimen positif ini tidak bisa diterima dengan baik oleh pelaku pasar domestik yang memilih melepas saham. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 68.500, Siantar Top (STTP) naik Rp 280 ke Rp 3.400, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 250 ke Rp 2.950, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 27.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITGM) turun Rp 275 ke Rp 27.800, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 225 ke Rp 14.975, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 52.800, dan Sona Topas (SONA) turun Rp 200 ke Rp 4.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,10 poin atau 0,17% menjadi 4.895,96. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,11 poin (0,26%) ke level 826,97,”IHSG menguat tipis merespon penguatan bursa regional dan juga rupiah," kata Analis Samuel Sekuritas Aiza.

Aiza mengemukakan bahwa penguatan bursa regional menyusul adanya sentimen dari pernyataan bank sentral AS (the Fed) yang kembali menyatakan ekonomi dalam jalur perbaikan dengan indikasi meningkatnya inflasi dan membaiknya pasar tenaga kerja AS.

Selain itu, lanjut dia, pernyataan Perdana Menteri Tiongkok yang memastikan target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai mendorong pelaku pasar saham di dalam negeri kembali melakukan aksi beli meski masih terbatas,”Indeks BEI masih tetap bergerak konsolidasi seiring antisipasi Pemilu 9 Juli nanti," tuturnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 24,85 poin (0,11%) ke level 23.206,57, indeks Nikkei naik 216,35 poin (1,43%) ke level 15.332,15 dan Straits Times melemah 0,65 poin (0,02%) ke posisi 3.276,15. (bani)

Related posts